Tentara Inggris memberi nama 'ELLAMY', sedangkan tentara Amerika Serikat (AS) menyebutnya 'Odyssey Dawn' (Fajar Odessey). Lain lagi dengan Perancis yang memberi nama operasi tersebut 'Harmattan' dan Kanada yang memilih nama 'MOBILE' bagi operasi militer di Libya tersebut. Sebenarnya apa arti nama-nama tersebut?
Seperti dilansir dari bbc.co.uk, Jumat (24/3/2011), juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris memberi penjelasan soal nama 'ELLAMY' yang digunakan tentara Inggris. Menurutnya, nama tersebut didapatkan secara acak dari komputer dan tidak memiliki arti secara khusus.
Di Inggris, setiap operasi militer selalu diberi nama melalui suatu program khusus dalam komputer. Sejak lama selalu dinamai seperti itu agar nama tersebut sama sekali tidak memiliki kaitan dengan aksi yang akan dilakukan.
Pemberian nama seperti ini juga dimaksudkan untuk mempermudah identifikasi dan komunikasi dalam operasi militer. Dan nantinya tidak semua pihak bisa tahu tentang operasi apa yang akan atau sedang dilakukan.
Sementara itu, AS juga menamai operasi militernya dengan menggunakan sistem komputerisasi yang nyaris sama yang mulai diciptakan pada tahun 1975 silam. Sistem komputer memunculkan 60 kode nama secara acak, kemudian komandan tertinggi militer melakukan brainstorming dari daftar tersebut, lalu dia menentukan nama secara acak.
Nama 'Odyssey Dawn' yang akhirnya dipilih pun tidak memiliki arti apa-apa.
"Tujuannya adalah untuk menciptakan nama yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan aktivitas yang dilakukan di wilayah tersebut, jadi Anda bisa berjalan menyusuri jalanan Washington selama tahap perencanaan dan tidak akan ada orang yang tahu bahwa nama tersebut tentang Libya," jelas juru bicara militer AS, Eric Elliot, dalam wawancara dengan Washington Post.
Sedangkan Prancis tidak menjelaskan alasan mereka memilih nama 'Harmattan' bagi operasi militer mereka di Libya. Namun, nama 'Harmattan' yang berasal dari bahasa Twi yang digunakan di wilayah Afrika Barat ini, merupakan sebutan bagi angin kering dan berdebu yang ada di wilayah tersebut.
Lain halnya dengan Prancis, Kanada yang menamai operasi militernya di Libya dengan sebutan 'MOBILE' menyatakan alasan mereka memilih nama tersebut. Nama 'MOBILE' dipilih karena berawalan dengan huruf 'M', melihat bahwa operasi tersebut dilakukan di bagian wilayah Mediterania maka dipilihlah nama tersebut.
Jadi Kanada menyebut nama 'MOBILE' berkaitan dengan wilayah di mana operasi milter tersebut tengah dilakukan. Selain itu, nama tersebut juga digunakan pada dua bahasa, Inggris dan Perancis, mengingat Kanada merupakan negara bilingual yang menggunakan dua bahasa tersebut.
"Dalam hal ini, karena wilayahnya adalah Mediterania, maka nama 'MOBILE' yang dipilih - M untuk Mediterania," terang Letnan Jenn Jackson dari Departemen Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Kanada. Jackson juga mengatakan bahwa penggunaan huruf kapital pada nama tersebut hany kebiasaan dan tidak memiliki arti penting.
Sementara itu, tentara militer Belgia, Denmark, Norwegia, Italia, Spanyol dan Qatar juga terlibat dalam operasi militer di Libya ini. Namun, entah mengapa mereka tidak menamai operasi militernya.
(nvc/nrl)











































