Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Jepang menyatakan zat radioaktif cesium terdeteksi pada sayur berjenis daun yang ditanam di distrik Edogawa, Tokyo, demikian dilansir NHK, Jumat (25/3/2011).
Cesium yang ditemukan pada sayuran berjenis daun, Komatsuna (sejenis sawi), itu terdeteksi 890 becquerels per kilogram, dari batas aman 500 becquerels per kilogram. Komatsuna itu ditanam untuk tujuan penelitian, bukan untuk dijual di pasar.
Kemenkes mengatakan bahwa tingkat radioaktivitas itu tidak akan memiliki pengaruh negatif pada kesehatan, bahkan jika sayuran itu dimakan.
Sementara zat radioaktif di air di sekitar PLTN Fukushima terdeteksi 10 ribu kali dari batas normal yang mengkontaminasi 3 pekerja PLTN Fukushima Daiichi, demikian dikatakan operator PLTN, Tokyo Electric Power Co (Tepco), seperti dilansir Kyodo hari ini.
Temuan awal menekankan kemungkinan bahwa bagian dari kolam bahan bakar reaktor unit 3 hancur. Ketiga pekerja PLTN rekanan Tepco itu terlibat dalam proses pemulihan listrik di reaktor yang kehilangan fungsi pendingin otomatis itu. Mereka bekerja di ruang bawah tanah bangunan turbin reaktor ketika itu.
Dua dari tiga pekerja telah dirawat karena dikhawatirkan menderita luka bakar yang mungkin disebabkan oleh sinar beta, yang dapat menyebabkan kerusakan kulit parah. Mereka tidak mengenakan sepatu boot pada saat itu sehingga kaki mereka dirembesi oleh air.
(nwk/nrl)











































