"Itu hak Ahmadiyah apakah dia mau memenuhi atau tidak. Kewajiban pemerintah adalah menggelar dialog itu dan dialog itu adalah dialog yang berimbang, jadi bukan saja pihak yang disebut anti Ahmadiyah, tapi dari Ahmadiyah sendiri kita undang, termasuk pihak-pihak atau LSM-LSM yang mendukung Ahmadiyah juga kita undang," kata Suryadharma Ali.
Hal tersebut dia katakan usai rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makanya, itu ada pihak yang menginginkan dibubarkan, kita undang, tentu pandangannya dibubarkan.Ada pihak yang menginginkan tidak dibubarkan, tentu pandangannya tidak dibubarkan. Jadi semua pandangan itu kita rangkum, kita dengar," ujarnya.
Ada yang bilang undangan kepada Ahmadiyah mendadak dan di hari libur? "Itu kan sudah saya umumkan di media bahwa akan ada dialog, sudah lama itu dan itu termasuk terlambat pelaksanaannya. Jadi tidak benar kalau itu tidak niat. Semua kita undang. Silakan saja cek," elak pria yang juga Ketua Umum PPP tersebut.
Suryadharma menegaskan, dialog ini belum bisa dianggap gagal karena masih akan ada pertemuan lagi dua kali dengan fokus bahasan yang sama. "Saya belum bisa berpendapat karena ini belum selesai. Jadi masih ada tanggal 28 dan 29 Maret. Jadi ini 4 hari," kata Suryadharma.
"Selesai, tidak gagal, tidak ada yang gagal. Itu tergantung itikad. Kalau memang ada itikad baik untuk menyelesaikan tentunya hadir, menjelaskan. Jadi dialog ini yang terpenting adalah supaya tidak ada salah paham, begitu," ujarnya.
(anw/ndr)











































