"Belum bisa dikategorikan 100 persen. Tapi ini sifatnya baru dugaan saja," ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Rangkaian teror bom tersebut, lanjut Boy, jika dilihat dari 10 tahun terakhir ditemukan fakta bahwa pelaku berasal dari kelompok lama ditambah dengan pengikut-pengikut baru. Ada pengikut baru yang dulu awalnya sebagai simpatisan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya dia tidak ada kaitannya langsung tapi dia bersimpati dengan orang-orang seperti itu yang melakukan perjuangan dengan cara keliru tapi dia tidak menyadari perbuatannya itu adalah dalam tanda kutip mencontoh," tuturnya.
(mpr/ndr)











































