"Mengenai evakuasi, hingga saat ini total dievakuasi 892 orang itu yang sudah dievakuasi terhitung hingga tanggal 24 Maret," kata Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa saat jumpa pers di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Sementara WNI yang masih berada di Libya, menurut catatan Kemenlu, ada belasan orang di KBRI Tripoli. "KBRI tutup tapi berfungsi. Kita tempatkan 4 staf bila ada WN kita yang tidak terjangkau. Ada dua orang diplomat dan dua staf lokal," imbuh Marty.
Marty menambahkan ada lagi dua mahasiswa asal Indonesia yang bersikeras tidak mau dievakuasi dan tetap ingin berada di Libya. "Dan dua lagi wartawan Metro TV yang masih berada di Tripoli. Saat ini totalnya 4 plus 2 plus 2 plus 2 kurang lebih 14 orang yang diketahui," ujar mantan juru bicara Kemenlu tersebut.
Mengenai sikap Indonesia, lanjut Marty, Indonesia berupaya untuk menciptakan situasi kondusif agar masyarakat Libya bisa menentukan nasib sendiri tanpa intervensi dari pihak manapun.
"Menciptakan situasi kondusif agar masyarakat Libya bisa menentukan nasib mandiri tanpa intervensi pihak manapun juga. Jadi proses politik dan perlindungan warga sipil," kata Marty.
"Kita tidak ingin melihat warga sipil tidak berdosa jadi korban. Indonesia minta kepedulian masyarakat internasional. Namun tentunya kita tidak ingin resolusi timbulkan penderitaan berlebihan dari masyarakat dan warga sipil di Libya. Kekerasan tidak menyelesaikan permasalahan," papar Marty.
(anw/mok)











































