Maswadi Rauf: PKS Lebih Aman Pilih Amien
Kamis, 03 Jun 2004 14:28 WIB
Jakarta - Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf menilai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) lebih aman merekomendasikan calon presiden Amien Rais daripada Wiranto. Bila sampai PKS merekomendasikan Wiranto, maka kans perpecahan di tubuh PKS lebih besar. Pandangan ini disampaikan pengamat politik dari UI Maswadi Rauf kepada detikcom di Jakarta, Kamis, (3/6/2004). Maswadi berpendapat seperti ini menanggapi masih bingungnya PKS dalam merekomendasikan calon presiden, antara Amien Rais dan Wiranto. Maswadi sendiri heran atas sangat lamanya PKS dalam memusyawarahkan dukungan terhadap capres itu. Karena itu, dia menduga kemungkinan dukungan terhadap Wiranto cukup kuat. "Sejauh ini cukup kuat dukungan ke Wiranto. Pertimbangannya, PKS akan naik gerbong yang kans menangnya besar. Ini wajar, politik itu harus menang," ujar Maswadi.Namun, kata Maswadi, jika suara jatuh ke Wiranto akan timbul perpecahan dalam tubuh PKS. "Golkar tidak satu ideologi dengan PKS. Walau ada NU, keislaman mereka berbeda, termasuk pola pikirnya. Memang tampak aneh jika pilih Golkar," kata dia.Lantas, bagaimana kans PKS mendukung Amien? Menurut Maswadi, seharusnya PKS lebih aman bila memilih Amien. "Amien paling layak didukung PKS, karena satu ideologi. Kelihatannya, ketumnya juga condong ke Amien. Sayang suara Amien kecil," ungkap Maswadi.Dalam penilaian Maswadi, sebenarnya dukungan PKS semula akan diberikan kepada Amien. Namun, ketika dibawa ke Majelis Tinggi PKS, dibuka peluang sebesar-besarnya, sehingga banyak suara yang muncul. "Saya sendiri kaget, kok PKS lama sekali memutuskan dukungan. Mungkin petinggi PKS punya kepentingan politik tertentu. Kelihatannya ada perbedaanpendapat. Padahal, banyak yang kira dewan syariah memberi dukungan ke Amien," tuturnya.Lebih lanjut, Maswadi menyesalkan bila nanti PKS memutuskan tidak mengeluarkan rekomendasi terhadap capres. "Banyak yang kecewa terutama konstituennya, partai besar kok tidak ambil posisi. Kalau tidak sebut nama capres, berarti PKS oposisi," demikian Maswadi Rauf.
(aan/)











































