"Saya dapat 100% memastikan (itu asli) karena saya berada di rekaman itu. Ini bukan tubuh ganda. Anda melihat saya di rekaman itu," kata Eskay dalam jumpa pers di sebuah hotel di Jalan Pinang hari Rabu kemarin, seperti dilansir The Star, Kamis (23/3/2011).
Eskay menyatakan itu sebagai jawaban atas pertanyaan wartawan apakah rekaman itu asli dan apakah pria dalam rekaman itu benar-benar pemimpin oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan: Apa yang Anda lakukan di sana (di rekaman)?
Jawab: Saya tidak bisa bilang kepada Anda! Saya berada di rekaman, mengapa saya harus berbohong pada Anda? Banyak orang tahu saya, saya telah memberitahu nama saya.
Anda pernah menyatakan Anda tidak akan menyerahkan video itu ke polisi, tapi kenapa Anda katakan sekarang bahwa Anda akan melakukannya? Apakah Anda di bawah tekanan?
Saya menerima SMS bahwa Presiden PKR dan istri Anwar, Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ahmad, ingin melihat rekaman itu. Mereka bahkan mengirim mediator untuk meminta saya memberikan rekaman, yang Anda tahu saya tidak memberikannya. Datuk Anwar juga teman saya. Mereka memutuskan untuk pergi ke polisi, jadi kami juga akan ke polisi.
Apakah memang hanya ada satu rekaman atau ada lainnya lagi?
Hanya satu. Tidak ada yang memilikinya. Saya bisa saja menjualnya tapi itu bukan tentang uang; ini tentang kebenaran.
Eskay yang menyangkal sebagai orang UMNO, partai yang berkuasa saat ini, mengaku menemukan video itu ketika dia disuruh oleh pria yang ada di video seks itu untuk mencari arloji Omega miliknya yang tertinggal di kamar hotel, tempat perekaman berlangsung. Saat mencari-cari, dia menemukan kawat-kawat menjuntai. Dari situlah dia menemukan kamera tersembunyi di suatu laci yang terkunci. Saat mencari-cari inilah dia juga turut terekam.
Eskay dan anggota Datuk T lainnya, eks kepala menteri negara bagian Malaka, Tan Sri Rahim Tamby Chik, muncul di pers telah anggota parlemen dari Parti Keadilan Rakyat (PKR) yang Anwar Ibrahim menjadi penasihatnya, mengungkapkan identitas mereka.
Rahim mengatakan kepada wartawan bahwa Datuk T terdiri dari dia, Eskay dan bendahara kelompok Perkasa, Datuk Shuib Lazim. Namun dalam jumpa pers kemarin, Shuib tidak hadir.
"Kami bertiga adalah Datuk. Anda dapat mengatakan Datuk T adalah singkatan Datuk Trio atau Datuk Tiga, " kata Rahim, menekankan bahwa mereka membeberkan video itu karena mereka ingin memastikan bahwa orang-orang tahu yang sebenarnya.
Ditanya apakah dia adalah penonton aktivitas seksual tersebut, Eskay menjawab,"Saya akan memberikan kerjasama penuh kepada polisi. Saya akan memberitahu polisi kebenaran dan hanya kebenaran."
Lalu mengapa Anda tidak langsung pergi ke Anwar bila dia yakin Anwar yang berada di video itu, Eskay menjawab, “Saya tidak pernah tahu akan ada rekaman itu. Jika saya memiliki rekaman itu, orang lain juga akan memiliki rekaman itu, berpikir tentang hal itu. "
Eskay, yang menekankan beberapa kali bahwa ia dan Anwar adalah teman, mengatakan tidak ada perselisihan di antara mereka.
"Ini soal waktu, sudah cukup. Saya sudah lelah dimanfaatkan, "katanya.
Dia juga menyangkal video itu dimaksudkan untuk memeras. "Bukan, ini bukan pemerasan. Saya tidak meminta uang. Saya akan langsung ke Anwar Ibrahim bila saya memerasnya dan saya tidak akan mengadakan jumpa pers," ujarnya.
Dia juga menangkis aksinya ini bermotif politik, sebab jika iya, maka bisa saja dia menyebarkan kopi video itu di Sarawak.
Apakah dia mengkhawatirkan keselamatanya, Eskay menjawab,"Jelas saya khawatir atas keselamatan saya. Saya harap sekarang polisi melakukan tindakan pencegahan dan membantu saya."
(nrl/vta)










































