"Masyarakat tidak perlu kuatir, tapi mengerti dampak dan implikasinya (krisis nuklir). Dengan demikian berjaga-jaga dan waspada, tapi tidak harus serba takut terhadap informasi yang tidak benar," tegas Presiden SBY.
Hal itu dikatakan dalam pembukaan rapat kabinet paripurna, Kamis (24/3/2011). Rapat yang salah satu agendannya adalah antisipasi dampak krisis nuklir Jepang terhadap bahan makanan dan kesehatan itu berlangsung di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya dia menyinggung kabar berantai mengenai ancaman dampak radiasi nuklir yang sempat beredar melalui SMS dan BBM sepekan lalu. Informasi peringatan yang tidak didasarkan pada kajian teknis yang bisa dipertanggungjawabkan tersebut justru menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat.
"Ketika saya mendengar hal itu, saya minta kepada pejabat bersangkutan memberi penjelasan. Jangan sampai masyarakat mendapat informasi yang keliru," sambung SBY.
Seperti diketahui, awal pekan lalu sempat beredar pesan melalui SMS dan BBM mengenai acaman hujan asam di Jakarta. Pesan tersebut beredar tidak lama setelah terjadinya kebakaran dan ledakan di fasilitas PLTN Fukushima, Jepang, sebagai dampak gempa dan tsunami.
(lh/fay)











































