"Sekali lagi ini bukan konflik internal. Internal itu tidak ada kubu-kubuan, struktur resmi berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tidak ada kubu si a atau kubu si b," kata Tifatul di kantor presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Tifatul menjelaskan, kadang kalau ada dua pendapat soal satu hal, kemudian langsung dikatakan ada kubu-kubuan, itu tidak benar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
atau faksi sejahtera, tidak ada itu," terangnya.
Sedang terkait rencana islah PKS dan Yusuf Supendi, Tifatul menjelaskan, islah bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan kalau ada perbedaan pendapat. Kubu kesejahteraan merujuk kepada kader PKS yang diidentikkan lebih berorientasi mencari uang, sedang kubu keadilan diidentikkan pada mereka yang berorientasi mengedepankan politik berlandaskan nilai agama.
"Tapi ini kan diberikan suatu hukuman tapi menggugat balik. Saya rasa itu hak yang bersangkutan," imbuhnya.
Tifatul kembali menyebutkan yang dikatakan Yusuf terkait poligami, korupsi, dan koneksi ke Ikhwanul Muslimin semuanya fitnah.
"Jangan hanya dituduh begini begitu, tanpa fakta. Kalau semua orang bisa menuduh tanpa fakta mau diapakan negeri ini," tegasnya.
(ndr/fay)











































