"Tadi saya mendengarkan testimoni salah satu masalah adalah untuk menemukan penderita TB. Kalau menunggu di Puskesmas, di belakang meja, mungkin tidak akan datang. Ibu Fatmawati melakukan ini dengan hati beliau, masuk ke kampung-kampung dan menemukan mereka ini," kata Wakil Presiden Boediono.
Hal itu dikatakan dia setelah mendengar testimoni dari mantan penderita TB, Fatmawati, dalam acara Puncak Peringatan Hari Tuberculosis se-Dunia di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (24/3/2011).
Fatmawati adalah warga asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang kini hidup sebagai pedagang kecil di Cilegon, Banten. Ia sempat terserang TB pada tahun 2003 dan merasakan lika-liku menderita penyakit mematikan tersebut. Setelah sembuh, ia tergerak mencari para penderita TB lainnya agar bisa diobati.
"Ini adalah contoh di mana melakukan sesuatu dengan hati itu lebih efektif. Saya harapkan di tingkat lapangan upaya semacam ini diperluas," kata Wapres.
Tidak hanya tenaga kesehatan di Puskesmas, Boediono juga meminta kerelaan masyarakat yang peduli terhadap TB untuk mengikuti jejak Fatmawati. Pertolongan masyarakat ini akan sangat membantu para penderita TB agar cepat sembuh dan kembali hidup sehat.
"Mungkin tidak bisa seorang dokter Puskesmas terus-menerus mencari penderita TB, tapi pertolongan bantuan masyarakat yang peduli akan hal ini sangat-sangat membantu dan itu bisa dikembangkan dan ditingkatkan," ucap mantan Gubernur BI ini.
Menurut Boediono, TB adalah kejadian penyakit yang masih besar di Indonesia. Dari yang ia baca, Indonesia adalah negara kelima terbesar di dunia yang masih mengalami insiden TB. Karenanya, ia menginginkan adanya terobosan untuk menghilangkan sekaligus membasmi TB sampai nol.
"TB masalah yang dihadapi terutama oleh kelompok-kelompok masyarakat kurang
mampu. Ini penyakit orang miskin, ada penyakit orang kaya juga macam-macam
juga, tapi ada penyakit orang miskin. Ini saya kira nanti harus dibarengi upaya paralel sejajar untuk atasi faktor-faktor lain yang berinteraksi dengan masalah TB," cetusnya.
(irw/rdf)











































