Mantan gubernur Alaska yang muncul dalam acara "On the Record" di televisi Fox News itu menyatakan, "Saya pikir banyak hal membingungkan," terkait tujuan Gedung Putih menyerang Libya.
"Apakah kita benar-benar siap untuk menyerahkan komando dan kontrol ke Liga Arab dan ke Inggris dan Perancis?" tanya politisi Republik ini seperti dilansir ABC News, Kamis (24/3/2011).
"Kapan kita bisa meminta kembali komando dan kontrol atas pasukan kita?" ujar perempuan yang mengincar pilpres mendatang ini.
Palin, kontributor bayaran untuk Fox News yang pernah menjadi ratu kecantikan lokal ini, semula mendukung ide zona larangan terbang di Libya, namun sekarang dia bersikap kritis atas apa yang disebutnya "pesan membingungkan dari presiden".
"Selama kita berada di dalamnya, lebih baik kita berada di dalamnya untuk memenangkannya. Dan jika ada keraguan, keluar," katanya.
Palin menambahkan Khadafi bertanggung jawab atas darah tidak bersalah warga AS, atas perannya dalam pemboman pesawat Pan Am di Lockerbie, Skotlandia, pada 1998. "Dan sekarang kesempatan kita untuk memastikan dia bertanggung jawab," ujarnya.
Ketika ditanya dugaannya bagaimana nasib Khadafi nantinya, dia menyimpulkan,"Dia akan berakhir mati, baik di tangan pemberontak atau lainnya."
(nrl/vta)











































