"Consern utama adalah angka kejadian penyakit, angka kematian dari TB itu, kita masih tinggi walaupun usaha kita sudah menunjukkan kemajuan tapi tetap saja nomor lima di dunia bukan sesuatu yang bagus," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.
Hal itu dikatakan Menkes usai acara Puncak Peringatan Hari Tuberculosis se-Dunia di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Barat, Kamis (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TB itu sebetulnya penyakit rakyat. Artinya untuk mengatasi penyakit itu kita juga harus mengatasi underline factor-nya, faktor-faktor lain seperti kemiskinan, pendidikan dan sebagainya," jelas dia.
Menurut Menkes, lingkungan tempat tinggal masyarakat miskin yang
berdesak-desakan berpotensi menyebabkan penularan TB semakin cepat. Selain itu, kondisi lantai yang masih berupa tanah serta minimnya pencahayaan di dalam rumah membuat penyakit itu mudah menyebar.
"Dari satu orang itu, TB kira-kira menular ke 10 orang. Jadi kalau ketemu dia harus dipegang dan disuruh minum obat. Perlu kesadaran masyarakat juga, tuberculosis itu pengobatannya nggak sebentar, harus 6 bulan minimal," ungkap Endang sambil mengatakan obat TB bisa didapat secara gratis.
Menkes melanjutkan, Wapres meminta agar strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) untuk menanggulangi TB tetap dipertahankan. Apabila memungkinkan, pemerintah akan membuat program peningkatan daya tahan tubuh masyarakat untuk menghalau penyakit tersebut.
"Kita akan lihat mungkin dengan dana BOK, bantuan operasional kesehatan. Kemudian yang satu lagi adalah bahwa pasien-pasien yang sakit harap dicari di sekitarnya. Jadi tidak hanya menunggu saja," kata Menkes.
Menko Kesra Agung Laksono dalam pidato sambutannya mengatakan, pada tahun 2010, angka cakupan penemuan kasus TB mencapai 77,3 persen dan angka keberhasilan pengobatan mencapai 89,7 persen. Sedangkan angka kematian akibat TB sudah berhasil diturunkan lebih dari 50 persen dari 92/100.000 pada tahun 1990 menjadi 27/100.000 tahun 2010.
"Keberhasilan ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan agar mampu menurunkan prevalensi dan kematian akibat TB," katanya.
(irw/aan)










































