Menkes: Angka Kematian Akibat Tuberculosis Masih Tinggi

Menkes: Angka Kematian Akibat Tuberculosis Masih Tinggi

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2011 12:26 WIB
Jakarta - Meski terdapat penurunan dibanding tahun 2009, namun angka kematian akibat penyakit Tuberculosis (TB) di Indonesia masih cukup tinggi. Dengan total kematian 61.000 orang di tahun 2011, Indonesia menempati urutan kelima negara dengan beban tertinggi akibat TB.

"Consern utama adalah angka kejadian penyakit, angka kematian dari TB itu, kita masih tinggi walaupun usaha kita sudah menunjukkan kemajuan tapi tetap saja nomor lima di dunia bukan sesuatu yang bagus," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Hal itu dikatakan Menkes usai acara Puncak Peringatan Hari Tuberculosis se-Dunia di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Barat, Kamis (24/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkes mengatakan, saat ini dilaporkan terdapat 430.000 kasus baru TB dengan angka kematian 61.000 orang. Kondisi ini sedikit menurun dibanding tahun 2009 lalu dengan total angka penderita TB sebanyak  528.063 dengan kematian sebanyak 91.369 orang.

"TB itu sebetulnya penyakit rakyat. Artinya untuk mengatasi penyakit itu kita juga harus mengatasi underline factor-nya, faktor-faktor lain seperti kemiskinan, pendidikan dan sebagainya," jelas dia.

Menurut Menkes, lingkungan tempat tinggal masyarakat miskin yang
berdesak-desakan berpotensi menyebabkan penularan TB semakin cepat. Selain itu, kondisi lantai yang masih berupa tanah serta  minimnya pencahayaan di dalam rumah membuat penyakit itu mudah menyebar.

"Dari satu orang itu, TB kira-kira menular ke 10 orang. Jadi kalau ketemu dia harus dipegang dan disuruh minum obat. Perlu kesadaran masyarakat juga, tuberculosis itu pengobatannya nggak sebentar,  harus 6 bulan minimal," ungkap Endang sambil mengatakan obat TB bisa didapat secara gratis.

Menkes melanjutkan, Wapres meminta agar strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) untuk  menanggulangi TB tetap dipertahankan. Apabila memungkinkan, pemerintah akan membuat program peningkatan  daya tahan tubuh masyarakat untuk menghalau penyakit tersebut.

"Kita akan lihat mungkin dengan dana BOK, bantuan operasional kesehatan. Kemudian yang satu lagi adalah bahwa pasien-pasien yang sakit harap dicari di sekitarnya. Jadi tidak hanya menunggu saja," kata Menkes.

Menko Kesra Agung Laksono dalam pidato sambutannya mengatakan, pada tahun 2010, angka cakupan penemuan kasus TB mencapai 77,3 persen dan angka keberhasilan pengobatan mencapai 89,7 persen. Sedangkan angka  kematian akibat TB sudah berhasil diturunkan lebih dari 50 persen dari 92/100.000 pada tahun 1990 menjadi 27/100.000 tahun 2010.

"Keberhasilan ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan agar mampu menurunkan prevalensi dan kematian akibat TB," katanya.

(irw/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini