Demikian dilansir Reuters, Kamis (24/3/2011).
Pesawat-pesawat tempur Barat telah menghantam Libya selama lima malam berturut-turut, tetapi sejauh ini gagal menghentikan tank Muammar Gaddafi merangsek kota yang dikuasai pemberontak atau menembakkan senjatanya dari persimpangan strategis di wilayah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para penembak jitu rezim Khadafi yang tidak terpengaruh oleh serangan bom Barat, menembak tanpa pandang bulu. Seorang juru bicara pemberontak menyatakan, para sniper tersebut telah menewaskan 16 orang.
Pasukan Sekutu yang dimotori AS, Inggris dan Prancis, mulai memborbardir Libya pada Minggu (20/3) dinihari sebagai upaya menciptakan zona larangan terbang di Libya. Serangan terjadi saban malam hingga Kamis subuh tadi. Pasukan Sekutu yakin serangan mereka telah melumpuhkan pertahanan udara negeri kaya minyak itu.
(nrl/vta)










































