"Transportasinya tidak jelas-jelas. Kemana maunya ini," kata Megawati saat menyampaikan keynote speech dalam Seminar Nasional Pembangunan Infrastruktur Transportasi untuk Kesejahteraan Rakyat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Hadir dalam seminar antara lain, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua MK Mahfud MD, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Mantan Menhub Jusman Syafii Djamal dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenapa kita berpikir maunya hebat, tapi implementasi tidak dibuat, mari kerjakan dulu apa yang ada," kata presiden kelima RI ini.
Dia mencontohkan, dalam membangun infrastruktur transportasi di daerah terisolir, janganlah dulu berpikir sulitnya pendanaan.
"Yang terpenting buka dulu desanya, yang penting ada pergerakan. Kalau ada uang buat jalan 1 km dulu, nanti punya duit lagi 2 km. Kalau mikir sulitnya uang, nanti tidak jadi-jadi," tutur Megawati.
Megawati juga mengaku kesal dengan pembangunan infrastruktur transportasi Indonesia yang tertinggal dari India dan Cina. Padahal, jumlah penduduk Indonesia jauh lebih sedikit dari kedua negara itu.
"Mohon maaf kesel, padahal kalau saya melihat jumlah (penduduk) kita cuma seperapat jumlahnya dari mereka," keluhnya.
Acara seminar yang diisi Megawati itu cukup menyedot perhatian pengunjung. Sekitar 200 orang menghadiri acara yang digelar di ruangan KK II DPR tersebut.
(lrn/gun)










































