"Kondisinya baik. Kalau menyatakan sehat kejiwaan berdasar kondisi fisiknya saja tidak bisa. Untuk itu ada ahlinya. Akan kita datangkan psikolog," kata Kasat Reskrim Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan saat dihubungi detikcom, Kamis (24/3/2011).
Menurutnya, kasus ini memang menarik perhatian publik lantaran melibatkan ibu kandung dalam pembunuhan anak. Karena itu pula, perlu diketahui benar apakah N mengalami gangguan jiwa. Polres Jaksel telah meminta bantuan Polda Metro Jaya untuk mendatangkan psikolog guna memeriksa kejiwaan N.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, pemeriksaan psikologi N rencananya akan dilakukan pada hari ini. "Mungkin sekitar pukul 14.00 WIB atau 15.00 WIB," tambah Budi.
Agnes dibunuh di rumahnya di Jalan Raya Sirsak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada 7 Februari 2011. Saat itu, Agnes baru pulang sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Setelah disimpan 3 hari di rumah, jenazah Agnes ditemukan di selokan Jl Joe, Jagakarsa, tak jauh dari rumahnya pada Minggu, 13 Februari.
Polisi telah menangkap tiga tersangka dalam pembunuhan ini. Otak pembunuhan ini adalah ibu kandung Agnes sendiri. Ibu Agnes mengaku ingin membunuh anaknya karena sakit hati atas perlakuan kasar anaknya. Kedua ekskutor yang berinisial S dan U dibayar Rp 2 juta untuk menghabisi nyawa perempuan cantik itu. Ketiganya kini meringkuk di tahanan.
(vit/fay)










































