Atas insiden itu Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS mempertimbangkan untuk melakukan penyelidikan formal.
Pada Rabu dinihari, sebuah pesawat American Airlines membawa 97 penumpang dan kru tidak bisa menghubungi menara kontrol. Akibatnya pesawat itu menunda mendarat dan mengitari bandara domestik itu sembari menunggu jawaban. Demikian dikatakan jubir NTSB Peter Knudson pada AFP, Rabu (23/3/2011) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama kemudian, pesawat United yang membawa 68 penumpang dan kru, juga gagal menghubungi menara kontrol. Pesawat pun akhirnya mendarat dengan cara yang sama.
"Tak lama setelah itu, petugas kontrol baru menjawab," kata Knudson, seraya menambahkan hanya ada satu petugas pengandali lalu lintas udara di menara saat insiden itu terjadi.
Menteri Transportasi Ray LaHood menyatakan, dia memerintahkan Badan Penerbangan Federal (FAA) untuk menempatkan dua petugas menara kontrol di pada shift tengah malam.
"Ini tidak bisa diterima hanya memiliki satu petugas di tower untuk mengatur lalu lintas udara di angkasa yang kritis ini. Saya juga meminta Kepala FAA Randy Babbitt untuk mempelajari sistem kepegawaian di semua bandara," ujarnya.
Sementara Knudson tidak bisa memastikan laporan-laporan media yang menyebut petugas menara sedang tertidur saat insiden terjadi. "Kami sedang mengumpulkan informasi tentang kejadian itu dan kemudian mempertimbangkan apakah kami akan melakukan investigasi resmi," jawabnya. "Kami tahu bahwa petugas menara tidak menjawab, kami tidak tahu mengapa dan jelas kami sangat ingin tahu," imbuhnya.
(nrl/vta)










































