Petugas Tower Diduga Tertidur, Pesawat AS Mendarat Tanpa Panduan

Petugas Tower Diduga Tertidur, Pesawat AS Mendarat Tanpa Panduan

- detikNews
Kamis, 24 Mar 2011 09:50 WIB
Petugas Tower Diduga Tertidur, Pesawat AS Mendarat Tanpa Panduan
Washington - Petugas kontrol menara di Bandara Nasional Ronald Reagan, Washington, diduga tertidur saat bertugas pada Rabu dinihari. Akibatnya, dua pesawat terbang mendarat tanpa panduan. Untunglah, pendaratan berlangsung mulus.

Atas insiden itu Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) AS mempertimbangkan untuk melakukan penyelidikan formal.

Pada Rabu dinihari, sebuah pesawat American Airlines membawa 97 penumpang dan kru tidak bisa menghubungi menara kontrol. Akibatnya pesawat itu menunda mendarat dan mengitari bandara domestik itu sembari menunggu jawaban. Demikian dikatakan jubir NTSB Peter Knudson pada AFP, Rabu (23/3/2011) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena menara tetap diam saja, pilot akhirnya memaksa mendarat dengan memperlakukan seperti bandara tanpa petugas, namun tetap mengumumkan posisi pesawat pada frekuensi menara kontrol.

Tak lama kemudian, pesawat United yang membawa 68 penumpang dan kru, juga gagal menghubungi menara kontrol. Pesawat pun akhirnya mendarat dengan cara yang sama.

"Tak lama setelah itu, petugas kontrol baru menjawab," kata Knudson, seraya menambahkan hanya ada satu petugas pengandali lalu lintas udara di menara saat insiden itu terjadi.

Menteri Transportasi Ray LaHood menyatakan, dia memerintahkan Badan Penerbangan Federal (FAA) untuk menempatkan dua petugas menara kontrol di pada shift tengah malam.

"Ini tidak bisa diterima hanya memiliki satu petugas di tower untuk mengatur lalu lintas udara di angkasa yang kritis ini. Saya juga meminta Kepala FAA  Randy Babbitt untuk mempelajari sistem kepegawaian di semua bandara," ujarnya.

Sementara Knudson tidak bisa memastikan laporan-laporan media yang menyebut petugas menara sedang tertidur saat insiden terjadi. "Kami sedang mengumpulkan informasi tentang kejadian itu dan kemudian mempertimbangkan apakah kami akan melakukan investigasi resmi," jawabnya. "Kami tahu bahwa petugas menara tidak menjawab, kami tidak tahu mengapa dan jelas kami sangat ingin tahu," imbuhnya.



(nrl/vta)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini