"Besok saya dan tim pengacara akan mendatangi LPSK sekitar pukul 14.00 WIB. Karena saya banyak menerima teror dan ancaman melalui sms," kata Yusuf Supendi kepada detikcom di Jakarta, Rabu (23/3/2011).
Yusuf menerangkan, beberapa hari lalu Sekjen DPP PKS Anis Matta saat diwawancarai stasiun televisi telah menuduh dirinya telah melakukan sejumlah manuver dan ditunggangi dalam rangka Pemilihan Umum (Pemilu) 2014. Namun setelah itu, Yusuf mengaku sering menerima pesan singkat (SMS) dari nomor yang tidak dikenal.
"Kemari saya mendapatkan sms. Isinya, Pak Kiai Dapat Berapa Miliar? Lalu isinya yang menuduh saya ditunggangi," ungkapnya.
Yusuf juga mengatakan, tim kuasa hukumnya akan mengirimkan somasi kepada Anis Matta agar membuktikan tuduhannya soal dirinya sedang melakukan operasi politik eksternal untuk menjatuhkan PKS 2014. Jika somasi tidak dihiraukan, Anis akan dilaporkan ke Mabes Polri.
"Tadi saya sudah merumuskan dengan tim pengacara akan mengirimkan somasi yang pertama dan terakhir. Supaya dia (Anis Matta) datang ke rumah saya hari Jumat (25/3/2011) besok jam 16.00 WIB, untuk menyerahkan alat-alat bukti. Apabila dia tidak datang atau alat-alat bukti itu tidak lengkap, maka hari Senin (28/3/2011) lusa, saya bersama tim pengacara akan ke Mabes Polri untuk menyampaikan gugatan," tegasnya.
Yusuf menambahkan, sebenarnya dirinya membongkar borok sejumlah petinggi PKS ke Badan Kehormatan (BK) DPR saja, tidak pidana. Tindakan ini dilakukan agar para kader dan simpatisan PKS menjadi sebuah pembelajaran. "Tapi kepada ketiga petinggi PKS, Luthfi, Anis dan Hilmi itu untuk pelajaran saja. Ya kalau ada anak-anak yang 'nakal' kan harus ada pelajaran," pungkasnya.
(zal/ape)











































