Hasyim Muzadi: Ahmadiyah Tak Bisa Jadi Problem Lintas Agama

Hasyim Muzadi: Ahmadiyah Tak Bisa Jadi Problem Lintas Agama

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 19:21 WIB
Hasyim Muzadi: Ahmadiyah Tak Bisa Jadi Problem Lintas Agama
Jakarta - Masalah Ahmadiyah dianggap sebagai urusan internal umat Islam. Karenanya, penanganan Ahmadiyah tidak boleh dibawa ke problem lintas agama.

"Masalah Ahmadiyah ini tidak ada kaitan langsung dengan pemerintah. Ini masalah internal, masalah umat islam. Jadi tidak bisa dijadikan problem lintas agama," ujar mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan.

Hal itu disampaikan Hasyim usai dialog dan dengar pendapat tentang penanganan masalah Ahmadiyah di Kementerian Agama (Kemenag), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasyim mengatakan, menyelesaikan kasus Ahmadiyah tidak bisa dengan cara-cara kekerasan. Kekerasan dianggap malah akan menimbulkan masalah baru.

"Kekerasan itu dilarang oleh agama Islam jadi kalau pun dianggap menyimpang penyelesaiannya melalui pemikiran bukan fisik," kata Sekjen International Conference of Islamic Scholars (ICIS) ini.

Pengasuh pondok pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini juga menyinggung soal masuknya pihak luar dalam penyelesaian Ahmadiyah. Namun, Hasyim enggan mengomentari keterlibatan TNI.

"Saya tidak mengatakan ada keterlibatan TNI tapi di Indonesia ini saat ada konflik sosial ada yang berselancar memanfaaatkannya dan ada yang melakukan bisnis bencana," jelas dia.

Hasyim menolak kasus Ahmadiyah sebagai pengalihan isu. Ia hanya berpendapat bahwa ada pihak-pihak yang sedang bermain dalam kasus Ahmadiyah.

"Kalau isu itu nggak usah dialihkan karena banyak isu baru yang muncul tiap hari. Jadi biarkan saja nanti ada perkara sendiri ini pinternya orang-orang yang berselancar di antara itu yang tertumpuk-tumpuk," papar Hasyim.

Menyikapi kondisi umat Islam saat ini, Hasyim mengajak semua pihak kembali pada aliran Islam yang moderat. Karena ekstrimisme yang timbul di Indonesia bisa memecah konflik.

"Saya minta kaum muslimin di Indonesia ini kembali ke moderat jangan ke ekstremis jangan ke liberal. Karena ekstrem itu akan segera berkonflik dan yang liberal pun keliatannya dia sok tapi soknya seperti kipas. Kipas itu dingin tapi kalau kena bara jadi panas," jelasnya.

(ape/ken)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads