Gara-gara perlakuan terhadap makanan Jepang yang makin ketat akibat paparan radiasi itu, ibu-ibu di Korea Selatan khawatir perlakuan yang sama diberlakukan pada produk popok, yang mengakibatkan popok menjadi langka. Akibatnya, ibu-ibu ini melakukan aksi 'panic buying' alis memborong.
"Reaksinya menakutkan. Beberapa ibu bahkan rela tak pergi bekerja karena memesan popok," ujar Cho Myung-jin (31), seorang ibu yang mengorganisasi situs pembelian berkelompok seperti dilansir dari Reuters, Rabu (23/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah situs Cho pingsan, Cho pun hanya mengirimkan papan pesan bahwa pihaknya menjual 300 pak popok buatan Jepang, dan pembelian dibolehkan dengan aturan satu pak per orang. Hasilnya, dia menerima permintaan 2 ribu orang, dalam 1 menit! Harga popok Jepang yang hanya dijual online itu padahal melambung 2 kali lipat menjadi US$ 133,3 per pak.
"Saya meminta maaf pada orang tua yang menunggu berhari-hari bahwa semua sudah terjual habis," ujar ibu dari balita berusia 22 bulan ini.
Sementara menurut Auction Corp (www.auction.co.kr), situs belanja terbesar kedua di Korsel, penjualan popok buatan Jepang meningkat dua kali lipat pasca gempa.
(nwk/asy)










































