Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, Gegana dibutuhkan untuk mengantisipasi ancaman teror bom dengan cepat. "Sudah seminggu ini, kita menyiagakan delapan personel tim Gegana. Mereka (Gegana) bahkan tidur di sini (Mapolres)," ujar Tornagogo, Rabu (23/3/2011).
Upaya ini dilakukan, kata Kapolres, guna mengantisipasi. Jika ada teror, tim Gegana akan memakan waktu banyak untuk sampai di Bandara Soekarno-Hatta. Namun, dia membantah adanya Gegana karena maraknya aksi teror bom.
"Ada atau tidak ancaman, Gegana akan tetap di sini," ujar Tornagogo.
Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan lokasi, mulai dari area terbatas hingga ke area publik. "Bahkan kita terus melakukan razia, dan kita tempatkan personel di titik-titik tertentu," terang Kapolres.
Menurutnya, lokasi yang rawan akan teror bom adalah lobi, anjungan, parkiran dan ruang penjemputan serta ruang keberangkatan. Di area terbatas pun polisi tetap disiagakan, karena Bandara Soekarno-Hatta memiliki tingkat mobilitas transportasi udara yang cukup tinggi.
"Karena tidak menutup kemungkinan mereka (pelaku teror) menargetkan ancaman di dalam area terbatas," kata dia.
(fay/fay)











































