Andai saja harimau ini manusia, tentu dia bisa membaca tulisan 'Awas Ada Setrum Listrik'. Namun sayang, harimau dengan insting berburu babi, tentu saja tidak mengerti bahaya yang mengancamnya di perkebunan sawit.
"Pemasangan setrum itu sengaja dilakukan warga untuk mengamankan kebun sawitnya dari hama babi. Tulisan itu dipasang di sekitar perkebunan sawit agar manusia yang melintas tidak juga sembarangan masuk. Namun harimau kan tidak bisa membaca, akhirnya harimau tewas kena setrum," sesal Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Tri Siswo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kini harimau sudah kita amankan. Kita sudah melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Tri.
Tri menjelaskan, sebelumnya pada 12 Februari 2011, harimau juga ditemukan mati tersetrum listrik. Lokasinya juga masih di tempat yang sama.
"Hanya saja harimau yang pertama ini organ tubuhnya sudah diambil masyarakat. Sedangkan tulang belulangnya ditanam masyarakat. Untuk barang bukti, tulang belulang yang sudah ditanam itu sudah kita ambil," kata Tri.
Menurutnya, pihaknya tidak sependapat dengan masyarakat yang memasang setrum dengan dalih untuk menyelamatkan kebun sawitnya dari serangan hama babi. Sebab, pemasangan setrum tersebut juga membahayakan masyarakat juga.
"Kalau menurut saya, pemasangan setrum listrik ini jelas tidak benar, karena hal ini juga membahayakan masyarakat. Kita sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak memasang setrum tersebut. Namun masih ada saja yang memasangnya," kata Tri.
(cha/fay)











































