Dua Harimau Mati Tersengat Listrik di Jambi

Dua Harimau Mati Tersengat Listrik di Jambi

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 17:58 WIB
Jambi - Dengan dalih menghalau hama babi, warga memasang listrik tegangan tinggi di perkebunan sawit Tanjung Jabung Timur, Jambi. Namun akibatnya, malah 2 harimau sumatera yang tewas tersetrum. Langkah warga ini disesalkan.

Andai saja harimau ini manusia, tentu dia bisa membaca tulisan 'Awas Ada Setrum Listrik'. Namun sayang, harimau dengan insting berburu babi, tentu saja tidak mengerti bahaya yang mengancamnya di perkebunan sawit.

"Pemasangan setrum itu sengaja dilakukan warga untuk mengamankan kebun sawitnya dari hama babi. Tulisan itu dipasang di sekitar perkebunan sawit agar manusia yang melintas tidak juga sembarangan masuk. Namun harimau kan tidak bisa membaca, akhirnya harimau tewas kena setrum," sesal Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, Tri Siswo dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, harimau terakhir yang mati tersengat listrik terjadi pada Senin (21/3/2011) di Desa Air Laut Hitam, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi. Harimau yang mati tersetrum ini berjenis kelamin jantan dengan usia diperkirakan 2 tahun. Panjang harimau sekitar 152 cm dengan tinggi 85 cm.

"Kini harimau sudah kita amankan. Kita sudah melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya," kata Tri.

Tri menjelaskan, sebelumnya pada 12 Februari 2011, harimau juga ditemukan mati tersetrum listrik. Lokasinya juga masih di tempat yang sama.

"Hanya saja harimau yang pertama ini organ tubuhnya sudah diambil masyarakat. Sedangkan tulang belulangnya ditanam masyarakat. Untuk barang bukti, tulang belulang yang sudah ditanam itu sudah kita ambil," kata Tri.

Menurutnya, pihaknya tidak sependapat dengan masyarakat yang memasang setrum dengan dalih untuk menyelamatkan kebun sawitnya dari serangan hama babi. Sebab, pemasangan setrum tersebut juga membahayakan masyarakat juga.

"Kalau menurut saya, pemasangan setrum listrik ini jelas tidak benar, karena hal ini juga membahayakan masyarakat. Kita sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tidak memasang setrum tersebut. Namun masih ada saja yang memasangnya," kata Tri.

(cha/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads