Dewi Fortuna: Kalau Diam, PBB Abaikan Pembantaian di Libya

Dewi Fortuna: Kalau Diam, PBB Abaikan Pembantaian di Libya

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 18:00 WIB
Dewi Fortuna: Kalau Diam, PBB Abaikan Pembantaian di Libya
Jakarta - Sikap PBB yang akhirnya turun tangan menyelesaikan konflik di Libya tidak perlu dipermasalahkan. Sebab, jika berdiam diri, PBB akan dituduh mengabaikan pembataian sipil oleh rezim Muammar Khadafi.

"Yang penting itu bahwa Resolusi DK PBB itu keluar saya kira itu sudah sesuatu hal yang memang melalui masa yang sulit. Karena kalau masyarakat internasional berpangku tangan, juga dituduh mengabaikan pembantaian rakyat sipil. Kita tahu dulu waktu terjadi pembantaian rakyat sipil di Kosovo dan sebagainya dan Dewan Keamanan PBB tidak bertindak cepat juga disalahkan, " kata pengamat politik internasional dari LIPI, Dewi Fortuna Anwar.

Hal itu dikatakan Dewi di sela-sela acara diskusi yang diselenggarakan Habibie Center, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (23/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dewi, yang perlu dipermasalahkan adalah sejauh mana implementasi resolusi Dewan Keamanan PBB itu mencegah agar jangan sampai Khadafi menggunakan kekerasan dengan memborbardir rakyatnya.

"Saya kira DK PBB tidak boleh digunakan untuk secara terbuka melakukan regime change karena itu bukan misi dari PBB," kata dia.

Selanjutnya, kata Dewi, keterlibatan PBB juga harus menghindari jatuhnya korban sipil. "Karena ini untuk mencegah Khadafi membunuh rakyatnya. Tidak boleh ada pembunuhan rakyat lagi secara tidak sengaja," kata Dewi.

Mengenai dugaan sejumlah kalangan bahwa masuknya sekutu ke Libya lebih karena kepentingan minyak, Dewi tidak melihat itu. Sebab, menurutnya, sejak Khadafi berubah aliran dan menjadi dekat dengan Barat, perusahaan-perusahaan minyak dari AS, Prancis dan Inggris sudah beroperasi di Libya.

"Dia (Khadafi) juga dianggap baik oleh Washington karena ikut memerangi Al-Qaeda. Jadi dalam hal ini sebenarnya Khadafi sudah mulai cukup dekat dengan pemerintahan Barat," ujarnya.

(lrn/anw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini