Universitas Al Azhar mengatakan Libya versus Sekutu ini bisa "memecah Libya dan menghancurkan sumber daya alam dan manusia seperti yang terjadi di Irak". Demikian seperti diberitakan Harian Al Ahram dan dikutip Reuters, Rabu (23/3/2011).
Namun Al Azhar juga mengecam pemimpin Libya dan Arab yang terus menerus menindas warganya sendiri. Seharusnya pemimpin Libya turun agar makin tidak terjadi pertumpahan darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Al Azhar juga mengecam bahwa dunia Arab dan Islam yang telah gagal mengelola masalah politik dan ekonominya yang berujung pada gelombang demonstrasi yang menggoncang dunia Arab.
Dunia Arab mendukung penerapan zona larangan terbang namun tidak terlibat dalam Operasi Fajar Odessey kecuali Qatar.
(nwk/nrl)











































