Ditawari Kontrak Sosial, SBY Masih Pikir-pikir

Ditawari Kontrak Sosial, SBY Masih Pikir-pikir

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2004 16:31 WIB
Makassar - SBY (Susilo Bambang Yudhoyono)-JK (Jusuf Kalla) memulai kampanyenya di Makassar. Saat bertandang ke kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), SBY disodori kontrak sosial oleh mahasiswa. SBY pikir-pikir. SBY datang ke kampus Unhas untuk menghadiri 'Talkshow Calon Presiden' yang diadakan oleh Forum BEM se-Unhas, Rabu (2/6/2004). Selain dicecar pertanyaan dari mahasiswa, SBY -JK juga ditawari untuk menandatangani kontrak sosial yang telah dibuat oleh Forum BEM se Unhas (FBU). Namun, SBY menimbang nimbang lebih dulu usulan mahasiswa. "Maaf, saya tidak bisa. Ini harus didiskusikan lebih dulu, baru nanti saya tanda tangani," ujarnya di depan forum. FBU memang telah menyiapkan kontrak sosial yang bakal ditandatangani oleh SBY. Kontrak sosial itu berisi tentang sembilan visi kebangsaan mahasiswa Unhas yang telah dirumuskan oleh FBU. "Kami menggodok ini memang sebagai kontrak sosial dengan capres," ujar Dewi, anggota FBU. Sembilan visi kebangsaan itu antara lain menghukum mati para koruptor, menyita aset aset kekayaan tersangka koruptor, dan menolak eksploitasi kekayaan alam oleh pihak asing. "Saya tidak setuju kalau semua koruptor dihukum mati. Harus dilihat dulu, apa yang menyebabkan ia korupsi," papar SBY sambil menolak menandatangani kontrak sosial. Sekadar diketahui, ini untuk kedua kalinya FBU mengundang capres untuk didebat oleh para mahasiswa. Beberapa waktu lalu, Wiranto, capres dari Golkar sempat juga hadir di Unhas. Waktu itu, Wiranto diusir oleh mahasiswa karena dianggap tidak mau mendengar pertanyaan dari para mahasiswa. (asy/)


Berita Terkait