Cegah Pembajakan, Pengawalan KA Semarang Naik 3X Lipat
Rabu, 02 Jun 2004 16:27 WIB
Semarang - Belajar dari kasus pembajakan di Karawang beberapa waktu lalu, PT KAI Daops IV Jateng menambah personel keamanan 3 kali lipat. Sebelumnya, setiap kereta hanya dikawal 2 orang Polsuska. Tapi, mulai 1 Juni mendapat tambahan 4 - 6 polisi.Staf Humas Stasiun Tawang Semarang Djoko Susilo mengatakan, penambahan personel tersebut sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang terjadi di Karawang Jawa Barat tersebut."Selain untuk memberi rasa aman, kita tidak ingin kasus pembajakan danperampokan itu terjadi di Semarang," kata Djoko kepada detikcom, Rabu (2/6/2004).Penambahan tersebut diberlakukan untuk semua jenis kereta api, baik bisnis maupun ekonomi. Khusus untuk kereta api Tawang Jaya, Senja Bisnis dan Fajar Bisnis dikawal sampai 6 personel."Pengawalan itu juga berlaku bagi kereta api semua jurusan. Baik keretajurusan Surabaya, Solo, Yogyakarta, dan Jakarta. Dari stasiun pemberangkatan mereka juga sudah dikawal polisi setempat," terang Djoko.Di Semarang, lanjut Djoko, ada 6 kereta ekonomi dan 8 jenis bisnis dan ekskutif. Masing-masing ditambah 2 orang polisi. Sehingga keseluruhan personel kepolisian yang mengawal kereta berjumlah 28 orang."Semua personel tersebut berasal dari Dalmas (Pengendalian Massa) Polda Jateng. Mereka akan bertugas sampai situasi kami nilai kondusif. Terutama setelah kasus Karawang itu," demikian Djoko.Seperti diketahui, telah terjadi perampokan di kereta api ekonomi Serayu jurusan Jakarta-Kroya (Jawa Tengah) pada Kamis (13/5/2004) malam, yang mengakibatkan sejumlah penumpang luka-luka dan seorang penumpang dilempar ke luar kereta karena melawan. Pelakunya ditaksir puluhan orang yang menyamar sebagai pedagang asongan. Peristiwa terjadi di Karawang.
(nrl/)











































