Hikmahanto: Membabi Buta, Serangan Sekutu ke Libya Tak Lagi Sah

Hikmahanto: Membabi Buta, Serangan Sekutu ke Libya Tak Lagi Sah

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 15:15 WIB
Hikmahanto: Membabi Buta, Serangan Sekutu ke Libya Tak Lagi Sah
Jakarta - Lebih dari 100 rudal Tomahawk diluncurkan pasukan sekutu ke Libya. Kompleks kediaman pemimpin Libya, Muammar Khadafi, dikabarkan hancur. Puluhan orang, termasuk warga sipil, dilaporkan tewas. Serangan yang membabi buta ini dinilai tidak lagi sah.

"Kalau rumah (Khadafi) sampai kena itu kenapa? Sekarang serangan yang dilakukan koalisi sudah menjadi tidak sah lagi. Tadinya sah, sesuai Resolusi 1973, tapi sekarang tidak lagi, karena sudah melancarkan serangan di luar target resolusi itu," ujar pengamat hukum internasional, Prof Hikmahanto Juwana, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (23/3/2011).

Mandat resolusi itu salah satunya adalah terkait dengan no fly zone atau zona larangan terbang. Aturan zona larangan terbang ini dimaksudkan supaya pesawat tempur pasukan Khadafi tidak bisa terbang. Hal ini dikarenakan pemerintah Khadafi dipandang melakukan kekerasan kepada rakyatnya dengan menggunakan pesawat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan militer yang diamanatkan Resolusi 1973/2011, imbuh Hikmahanto, adalah untuk melumpuhkan instalasi militer Khadafi. Dalam konteks ini, tentu saja serangan militer itu legal dilakukan.

"Kalau pangkalan Angkatan Laut Libya dibombardir pasukan sekutu, tentu ini masih bisa juga ditolerir, karena itu bagian dari instalasi militer Khadafi yang bisa digunakan untuk menyerang rakyatnya," tutur Hikmahanto.

Menurutnya, resolusi yang dirumuskan Dewan Keamanan PBB itu sudah benar, hanya pelaksanaannya yang belakangan menyimpang. Sebab dalam Resolusi 1973 disebutkan bahwa serangan tidak boleh sampai pada pendudukan koalisi di Libya.

Selain itu disebutkan pula, pasukan darat dari sekutu tidak boleh turun. Jika pasukan darat ini turun dikhawatirkan akan mencari orang untuk dijadikan target, sehingga akan semakin tidak sesuai dengan Resolusi 1973.

Pasukan sekutu membombardir Libya sejak Minggu (20/3) dini hari. Puluhan orang, termasuk anak-anak, tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Pesawat jet tempur F-15E milik Militer AS jatuh sekitar 40 km dari Benghazi pada Senin (21/3). Namun diduga, jatuhnya pesawat karena kerusakan mesin. Meski demikian, dua awaknya selamat.

Karena banyaknya kecaman atas serangan sekutu ini, DK PBB akan menggelar pertemuan pada Kamis mendatang.

(vit/nrl)


Berita Terkait