Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanuddin mengatakan bahwa kudeta untuk menggulingkan pemerintahan SBY tidak mungkin terjadi.
"Itu hanya rumor saja, masih jauh itu. Itu tidak mungkin terjadi," ujar Hasanuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarangkan masyarakat sudah melek hukum semua. SBY juga didukung 60 persen, jadi tidaklah rasanya," terang politisi PDIP ini.
Terkait dengan adanya kabar bahwa beberapa purnawirawan di balik isu kudeta itu, Hasanuddin mengaku tidak memiliki bukti.
"Soal itu saya tidak punya bukti. Karena tidak disebutkan juga siapa-siapa (purnawirawan) yang dimaksud," ujar Letjen Purnawirawan TNI ini.Β
Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi I, Saling Mengga. Saling yang juga purnawirawan TNI menepis dugaan kudeta itu.
"Jangankan perwira pensiun, yang aktif saja sulit. Dan saya yakin itu tidak ada," ujar Salim.
Sebelumnya di Aljazeera (22/3) melansir berita ada pensiunan jenderal mendukung kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan melemahkan pemerintahan SBY yang dinilai terlalu reformis. Berita ini lantas dikutip sejumlah media nasional.
Selain itu, juga ramai di jejaring sosial Twitter terkait adanya Dewan Revolusi Islam. Sejumlah nama dicatut masuk dalam Dewan itu, namun sejumlah tokoh telah membantahnya.
(her/anw)











































