Lagi, Pedagang Pasar Anyar Bogor Dikagetkan Kardus Mencurigakan

Lagi, Pedagang Pasar Anyar Bogor Dikagetkan Kardus Mencurigakan

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 13:45 WIB
Bogor - Baru kemarin pedagang Pasar Anyar Bogor dikagetkan dengan kardus mencurigakan. Hari ini, kembali para pedagang diminta menyingkir oleh polisi dan petugas PD pasar, gara-gara ada kardus tak bertuan di lokasi yang sama, di depan Masjid Agung Bogor.

Pantauan detikcom, kardus minuman mencurigakan tak bertuan dan kantung belanja plastik putih digeletakkan di bawah pohon beringin, di depan Masjid Agung, Jl Dewi Sartika, Bogor, Rabu (23/3/2011). Di antara kardus dan kantung plastik, ada slip pengiriman uang BNI yang kosong dan nota klinik bertuliskan Klinik Pandan Wangi, Tanah Sareal, Bogor.

"Pedagang diminta mengosongkan pasar dan kios-kiosnya! Tidak mendekati lokasi dalam radius 50 meter dari lokasi!" kata polisi dari Polres Bogor Kota dan petugas PD Pasar Anyar lewat pengeras suara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar hal itu, para pedagang kaki lima yang berjualan sepatu, aksesoris perempuan dan batu ali terpaksa berkemas-kemas. Polisi lantas memasang garis polisi di tempat kejadian. Sedangkan garis polisi yang kemarin dipasang di sekitar pohon beringin sudah tak tampak lagi.

"Para pedagang diminta mundur dari kios!" kata petugas lagi dengan pengeras suara.

Ujang, seorang pedagang aksesoris mengatakan, para pedagang Pasar Anyar curiga dengan kardus yang ditinggalkan seorang pria dengan tinggi sekitar 170 cm, berkulit sawo matang dan bertopi. Usai meletakkan kardus di bawah pohon, dia lantas berjalan ke arah Taman Topi, Jl Kapten Muslihat, Bogor.

Karena orang itu tidak kembali untuk mengambil kardusnya, para pedagang lantas curiga. Mereka berkerumun ke dekat kardus, dan memutuskan untuk melapor ke polisi.

"Karena barang itu tidak diambil, kita jadi curiga dan terus lapor ke polisi," kata Ujang.

Hingga pukul 13.30 WIB, warga masih terus berkerumun di luar garis polisi. Sementara polisi masih terus melakukan pengamanan. Tim Gegana belum tampak di lokasi kejadian.

(fay/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini