"Saya saja mantau. Saya mantau dari dulu ya Twitter, Facebook. Nggak usah diperintah. Masak kita tunggu perintah, kan bebas-bebas saja," ujar Tifatul.
Tifatul mengatakan itu usai acara Jakarta International Defence Dialog (JIDD) di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (24/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya saja diawasi terus, apalagi yang lain. Masak nggak boleh diawasin," kata Tifatul.
Menurut Tifatul, social media bukan untuk mengintai orang tertentu. "Nggak, mengintai bagaimana? Twitter terbuka. Dipelototin saja, nggak usah diintai-intai," tutur Tifatul.
Sebelumnya Kepala BIN Sutanto Selasa (22/3) kemarin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, menegaskan akan memantau jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Hal ini dilakukan untuk memantau adanya gerakan teror atau yang mengarah subversif di jejaring tersebut.
"Yang membahayakan tentu kita pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Tetapi datanya kita serahkan ke Menkominfo," jelas Sutanto.
(nik/asy)











































