"Aya aya wae lah, kita kan sudah mengembangkan demokrasi di negara kita," kata Djoko di sela-sela dialog internasional mengenai pertahanan di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
Djoko mengaku sudah mendengar informasi itu sejak 10 hari yang lalu. Dia menjelaskan tahapan demokrasi sudah ditentukan dan diatur undang-undang. Sesuai kesepakatan, dalam meneruskan tahapan-tahapan demokrasi dengan DPR melalui platform politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya dalam tahapan demokrasi yang sudah kita sepakati bersama dalam rangka reformasi sudah ada UU dan tahapan proses politik. Kita tahu itu, kita ikuti itu," imbuh dia.
Sebelumnya Aljazeera (22/3) melansir berita ada pensiunan jenderal mendukung kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan melemahkan pemerintahan SBY yang dinilai terlalu reformis. Berita ini kemudian ramai di twitter dan lantas dikutip sejumlah media nasional.
Selain itu, juga ramai di jejaring sosial twitter terkait adanya Dewan Revolusi Islam. Sejumlah nama dicatut masuk dalam dewan itu, namun sejumlah tokoh telah membantahnya.
(ndr/asy)











































