Menko Polhukam: Apa Enggak Boleh BIN Pantau Social Media?

Menko Polhukam: Apa Enggak Boleh BIN Pantau Social Media?

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 12:25 WIB
Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto menilai wajar langkah Badan Intelijen Negara (BIN) melakukan pemantauan di social media. Apalagi seandainya ada sesuatu yang subversif dan berbahaya tentu harus bisa diantisipasi.

"Apa enggak boleh? Siapa yang merasa terganggu?" kata Djoko di sela-sela dialog internasional mengenai pertahanan di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).

Menurut Djoko, lagipula social media seperti twitter dan facebook bersifat terbuka. Siapapun bisa membacanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Facebook kan boleh dibaca semua orang," urainya.

Sebelumnya Kepala BIN Sutanto menegaskan akan memantau jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook. Hal ini dilakukan untuk memantau adanya gerakan teror atau yang mengarah subversif di jejaring tersebut.

"Yang membahayakan tentu kita pantau, yang arahnya teror dan subversif tentu kita pantau. Tetapi datanya kita serahkan ke Menkominfo," jelas Kepala BIN Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Kemudian, lanjut Sutanto, setelah ditemukan yang diduga subversif, BIN menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenkominfo untuk mengambil langkah selanjutnya.

"Kita hanya memberikan peringatan dini kepada instansi terkait, misalnya kalau masalah hukum kita serahkan ke kepolisian, masalah penyelundupan ke Bea dan Cukai. Kita ingin memperkuat Departemen terkait supaya bisa berfungsi lebih kuat" jelasnya.
(ndr/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini