Tim Khusus Polisi Malaysia Selidiki Video Seks Politisi

Tim Khusus Polisi Malaysia Selidiki Video Seks Politisi

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 12:22 WIB
Tim Khusus Polisi Malaysia Selidiki Video Seks Politisi
Kuala Lumpur - Sebuah tim khusus polisi telah ditugaskan untuk menyelidiki laporan yang diajukan oleh pemimpin oposisi Datuk Seri Anwar Ibrahim atas munculnya video seks.

Menteri Dalam Negeri Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan, tim ini bertanggung jawab hanya kepada Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Ismail Omar, yang diperintahkan untuk menguak kasus ini dengan cepat.

"Ini adalah kasus tingkat tinggi yang juga merupakan kepentingan publik. Penyelidikan akan dilakukan secara transparan dan profesional," kata Hishammuddin seperti dilansir media Malaysia, New Straits Times, Rabu (23/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar telah melaporkan kasus video seks dan tuduhan bahwa ia adalah pria di dalamnya, di kantor polisi setingkat kabupaten di Wangi Dangi hari Selasa kemarin. Laporan itu diklasifikasikan sebagai penyebaran materi pornografi.

Pada hari Senin (21/3), rekaman, yang menampilkan pasangan berhubungan seks di kamar hotel, diputar kepada perwakilan media tertentu di hotel mewah Carcosa Sri Negara.

Penyelenggara acara adalah pria yang hanya diidentifikasi sebagai "Datuk T", yang mengklaim ia menemukan rekaman di belakang meja rias dari sebuah kamar hotel.

Datuk T mengatakan ia menemukan rekaman, yang diduga menunjukkan Anwar terlibat dalam hubungan seksual dengan wanita asing, setelah disuruh kembali ke kamar hotel oleh Anwar untuk mencari arloji Omega-nya.

Pria misterius juga mengatakan dia menyimpan rekaman dan arloji Omega dan memutuskan untuk menyoroti masalah ini karena ia muak dengan Anwar yang memerankan dirinya sebagai orang saleh. Anwar menyangkal pria di video itu adalah dirinya. Dia mengaku berada di rumah bersama keluarga dan stafnya pada saat kejadian.

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak dan Hishammuddin juga membantah keterlibatan polisi atau Kementerian Dalam Negeri atas munculnya rekaman menghebohkan itu.

(nrl/vta)


Berita Terkait