"Tidak ada itu, tidak ada. Dan tidak pernah boleh ada di Indonesia," kata Purnomo di sela-sela Dialog Internasional Pertahanan, di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
Purnomo mengaku, dirinya bahkan sama sekali tidak pernah mendengar isu kudeta itu. "Jadi tidak pernah kita mendengar ada rencana itu. Tidak pernah ada laporan yang masuk ke kita. Katanya kudeta dan sebagainya itu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dephan itu juga punya Direktur Intelijen. Ada BIN, ada Bais, ada beberapa mata dan telinga kita yang lain," imbuh eks Menteri ESDM ini.
Pemerintah dalam menghadapi setiap permasalahan tentu harus melihat dengan jernih. "Tidak bisa digebyah uyah (dipukul rata)," tuturnya.
Sebelumnya di Aljazeera (22/3) melansir berita ada pensiunan jenderal mendukung kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan melemahkan pemerintahan SBY yang dinilai terlalu reformis. Berita ini lantas dikutip sejumlah media nasional.
Selain itu, juga ramai di jejaring sosial twitter terkait adanya Dewan Revolusi Islam. Sejumlah nama dicatut masuk dalam dewan itu, namun sejumlah tokoh telah membantahnya.
(ndr/nrl)










































