"Jika kita menonton televisi sekarang. Kita akan disuguhi tayangan mulai dari perang yang terjadi di Libya," kata SBY dalam bahasa Inggris.
Hal tersebut disampaikan SBY saat membuka Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara akan berlangsung hingga tanggal 25 Maret 2011. Sejumlah pemateri di acara tersebut berasal dari tokoh-tokoh militer dan pertahanan dari berbagai dunia. Di antaranya, Deputi Pertahanan Singapura HE Teo Chee Hean, Menteri Strategi Keamanan Internasional Inggris, Gerald Howarth dan Deputi Angkatan Tentara China Jenderal Ma Xiaotian.
SBY juga menyinggung sejumlah isu lain, seperti perang di Afghanistan, isu teror bom buku di Indonesia. Tak lupa, SBY juga menyinggung soal bocoran kawat diplomatik yang dilansir Wikileaks.
"Wikileaks telah membuat kesulitan bagi pemerintah di berbagai belahan dunia," ucapnya.
Lewat pertemuan ini, SBY berharap ada kesempatan untuk saling bertukar pendapat tentang isu-isu pertahanan dan keamanan. Tujuan akhirnya menciptakan perdamaian dunia.
"Semakin banyak partner yang kita punya, semakin kuat kita," tegasnya.
Dalam acara ini, dipamerkan juga sejumlah produk militer Tanah Air. Di antaranya senjata produksi PINDAD dan kapal bikinan PT PAL.
(mad/anw)











































