Begitu pula pengacara Henry Yosodiningrat yang namanya sempat disebut-sebut oleh desainer kondang Poppy Dharsono. Menurut Henry, Poppy tidak menceritakan kronologis sesungguhnya saat ia ditunjuk menjadi pengacara perceraian Moerdiono dan Muryati.
"Kami sekarang menunggu reaksi. Kalau Poppy Dharsono masih ngotot, saya laporkan, saya tuntut dan saya kejar," ucap Henry berapi-api dalam jumpa pers di rumah kediaman Henry, di Jl Margawatwa, Pondok Labu, Jakarta, Selasa (22/3/2011) tengah malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu kuasa hukum keluarga Maryati, Kartika Putri Yosodiningrat, meminta agar Poppy Dharsono legowo dengan kenyataan yang ada. Ia mengatakan agar semua fokus pada perceraian Moerdiono dan Muryati saja.
"Poppy Dharsono sebaiknya legowo dengan apa yang ada. Saya rasa kita fokus pada kasus perceraian saja," kata pengacara yang biasa dipanggil Tika ini.
Ia menambahkan bahwa proses perceraian terus berlangsung. Rencananya pada Rabu pekan depan (30/3), akan ada sidang dengan agenda menunjukkan bukti termohon dan mendengar keterangan saksi yang diajukan pihak Maryati.
Henry menceritakan kronologi awal pertemuannya dengan Poppy Dharsono saat diminta untuk menjadi pengacara. Henry diminta menjadi kuasa hukum dalam perkara gugat cerai Moerdiono terhadap istrinya, Maryati.
Henry merasa telah difitnah oleh Poppy karena dikatakan ia telah memaksa Moerdiono untuk menandatangani surat wasiat. Surat wasiat itu isinya kurang lebih mengizinkan Poppy untuk mengurus jenazah Moerdiono bila ia meninggal.
(feb/vit)










































