"Poppy Dharsono biasa memanggil Pak Moerdiono dengan sebutan 'Pangeran'," kata pengacara keluarga Moerdiono, Henry Yosodiningrat.
Hal itu disampaikan dalam acara jumpa pers yang dilaksanakan di rumah pribadinya, di Jl Margasatwa, Pondok Labu, Jakarta, Selasa (22/3/2011) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, saat membujuk Moerdiono untuk menandatangani surat kuasa untuk mengajukan cerai terhadap Maryati, Poppy membujuknya dengan sebutan tersebut.
"Ayolah pangeran, ayolah sayang, ayolah hubby," kata Henry saat menirukan Poppy ketika itu.
Henry pun melihat Poppy tetap melanjutkan dengan menggenggamkan sebuah pulpen ke tangan Moerdiono. Ia mengarahkan dan mengajari Moerdiono untuk membuat tanda tangan.
"Setelah berkali-kali dicoba, saya lihat dengan pasti bahwa Pak Moerdiono tidak mau dan tidak mampu untuk membuat tanda tangan," kata Henry yang akhirnya mengambil kembali surat kuasa tersebut.
(feb/rdf)











































