"Ini menunjukkan pemerintah terlalu arogan dan sombong. Saya kira terjadinya kebocoran radiasi nuklir di Jepang saat ini mestinya menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk menghentikan rencana mereka membangun PLTN di indonesia," ujar Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Furqan kepada detikcom, Selasa (22/3/2011).
Menurut Berry, Jepang yang mempunyai teknologi mutakhir saja kerepotan menghadapi bocoran PLTN di Fukushima. Mestinya hal tersebut menjadi pertimbangan dari pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berry pun menilai argumentasi yang dibangun bahwa PLTN dibutuhkan karena Indonesia akan mengalami krisis energi hanyalah mengada-ada saja. Ia menilai, krisis energi bukan masalah ketersediaan melainkan masalah pengelolaanya.
"Soal kita ini karena cara pengurusan kita yang salah. Kita tidak mampu mengedapankan kepentingan domestik, energi kita lebih banyak diekspor. Selain itu masih banyak energi alternatif yang bisa dikembangkan seperti sinar matahari dan angin," kata Berry yang menjadi Direktur Eksekutif Walhi sejak 2008 ini.
Pemerintah berencana membangun PLTN di Indonesia. Proyek ini telah disetujui DPR Maret 2010 lalu. Beberapa lokasi yang telah dijajaki kelayakannya untuk didirikan instalasi nuklir tersebut adalah di Gunung Muria, Jepara dan Bangka-Belitung. Warga di kedua daerah tersebut telah menyampaikan penolakannya.
(adi/rdf)










































