Teruskan Proyek PLTN, Pemerintah Dinilai Sombong

Teruskan Proyek PLTN, Pemerintah Dinilai Sombong

- detikNews
Rabu, 23 Mar 2011 06:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia tidak menghentikan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Hal ini dinilai arogan dan sombong, sebab Jepang yang akrab dengan teknologi mutakhir pun tak kuasa mengatasi bocoran nuklir.

"Ini menunjukkan pemerintah terlalu arogan dan sombong. Saya kira terjadinya kebocoran radiasi nuklir di Jepang saat ini mestinya menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk menghentikan rencana mereka membangun PLTN di indonesia," ujar Direktur Eksekutif Walhi, Berry Nahdian Furqan kepada detikcom, Selasa (22/3/2011).

Menurut Berry, Jepang yang mempunyai teknologi mutakhir saja kerepotan menghadapi bocoran PLTN di Fukushima. Mestinya hal tersebut menjadi pertimbangan dari pemerintah.

"Belum lagi aspek lainnya. Kita di daerah ring on fire rawan bencana, belum lagi dari aspek kedisiplinan kita, bagaimana kita akan mengelola PLTN. Belum lagi aspek keamanan seperti terorisme," imbuh Berry.

Berry pun menilai argumentasi yang dibangun bahwa PLTN dibutuhkan karena Indonesia akan mengalami krisis energi hanyalah mengada-ada saja. Ia menilai, krisis energi bukan masalah ketersediaan melainkan masalah pengelolaanya.

"Soal kita ini karena cara pengurusan kita yang salah. Kita tidak mampu mengedapankan kepentingan domestik, energi kita lebih banyak diekspor. Selain itu masih banyak energi alternatif yang bisa dikembangkan seperti sinar matahari dan angin," kata Berry yang menjadi Direktur Eksekutif Walhi sejak 2008 ini.

Pemerintah berencana membangun PLTN di Indonesia. Proyek ini telah disetujui DPR Maret 2010 lalu. Beberapa lokasi yang telah dijajaki kelayakannya untuk didirikan instalasi nuklir tersebut adalah di Gunung Muria, Jepara dan Bangka-Belitung. Warga di kedua daerah tersebut telah menyampaikan penolakannya.

(adi/rdf)


Berita Terkait