"Besok kabinet akan mengumumkan pemberlakuan jeda satu tahun terhadap prosedur pemasangan dan identifikasi lokasi penempatan instalasi nuklir," ujar Menteri Perindustrian Italia, Paolo Romani, seperti dikutip dari reuters, Rabu (23/3/2011).
Pekan lalu, pemerintah Italia menyatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk kembali meluncurkan pembangunan instalasi nuklir untuk listrik terkait terjadinya krisis nuklir di Jepang akibat Tsunami dan gempa.
Italia adalah satu-satunya negara dalam kelompok G8 atau negara industri maju yang tidak mempunyai instalasi nuklir. Meski demikian Perdana Menteri Silvio Berlusconi pernah berharap dapat membangun instalasi nuklir yang dapat memenuhi kebutuhan seperempat energi listrik di negeri pizza itu.
Namun, apa yang terjadi di Jepang mengingatkan mereka terhadap bahaya nuklir. Masyarakat Italia pernah menolak penggunaan energi serupa pada tahun 1987 menyusul tragedi radiasi atom yang terjadi di Chernobyl, Ukraina.
(adi/rdf)











































