117 warga tersebut berasal dari dusun Krapyak, Desa Sirahan, Kecamatan Sirahan. Mereka diungsikan ke Dusun Gajahan, Desa Gulon, Kecamatan Salam yang relatif lebih aman.
"Kami khawatir kalau-kalau banjir lahar dingin yang menerjang menjadi besar dan bernasib sama seperti di Sirahan yang rumahnya rata-rata tenggelam," ujar salah seorang pengungsi dari Dusun Krapyak, Suryati, kepada detikcom, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penutupan hanya selama 30 menit karena banjir relatif kecil. Setelah dibuka rekan-rekan tim SAR langsung melakukan proses pertolongan kepada warga," kata salah seorang relawan tim SAR Kabupaten Magelang, Achadi (43).
Selain 117 pengungsi ini, terdapat juga ratusan pengungsi lain di lokasi pengungsian Desa Tanjung Kecamatan Muntilan. Mereka telah mengungsi selama tiga bulan.
"Kami tidak berharap apa-apa kepada pemerintah. Yang pasti kami sangat khawatir dengan keamanan kampung kami, sebab tidak ada patroli polisi. Relawan pun sudah menarik diri dari desa kami sehingga sangat riskan dan rawan aksi pencurian," keluh seorang pengungsi dari Dusun Salakan, Desa Sirahan, Kristianto (30).
Banjir lahar dingin tidak hanya menenggelamkan rumah tetapi juga sawah sekitar 25 hektar beserta tanamannya. Tanaman tersebut berupa jagung, cabe dan padi yang sebenarnya seminggu lagi sudah siap untuk dipanen.
(adi/rdf)











































