Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng gunung Merapi, Selasa (22/3/2011) siang hingga sore mengakibatkan jembatan di Dukuh Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, putus total.
Jembatan tersebut menghubungkan Dukuh Belang dengan Dukuh Takeran. Akibatnya, ratusan jiwa warga di Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan yang hanya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi saat ini dalam kondisi terisolir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukuh Takeran dihuni 125 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 400 orang. Sedangkan Dukuh Stabelan yang berada paling dekat dengan puncak Merapi dihuni 112 KK dengan jumlah jiwa sekitar 350 orang.
Kendaraan milik warga yang berada di kedua dukuh itu pun tidak bisa keluar. Demikian pula kendaraan warga yang saat kejadian berada di luar dukuh, saat ini tidak bisa kembali ke rumah. "Sangat mendesak dibuatkan jembatan darurat, karena ini akses jalan satu-satunya bagi warga," lanjut Budi.
Selain jembatan putus, aliran listrik di sejumlah dukuh di Desa Tlogolele saat ini juga padam. Hal ini dikarenakan adanya tiang listrik yang roboh akibat tanahnya tergerus erosi, yaitu tiang listrik di Dukuh Tlogomulyo. Akibatnya aliran listrik mulai dukuh Tlogomulyo hingga Stabelan, padam.
(mbr/rdf)











































