Jembatan Putus, Ratusan Warga Lereng Merapi di Boyolali Terisolir

Jembatan Putus, Ratusan Warga Lereng Merapi di Boyolali Terisolir

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 19:47 WIB
Boyolali - Sebuah jembatan penghubung antar desa di lereng Merapi, putus akibat diterjang hujan deras. Akibatnya, ratusan warga di dua dukuh yang terletak di kawasan pemukiman tertinggi lereng Merapi di daerah Boyolali, terisolir total.

Hujan deras yang mengguyur wilayah lereng gunung Merapi, Selasa (22/3/2011) siang hingga sore mengakibatkan jembatan di Dukuh Takeran, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jateng, putus total.

Jembatan tersebut menghubungkan Dukuh Belang dengan Dukuh Takeran. Akibatnya, ratusan jiwa warga di Dukuh Takeran dan Dukuh Stabelan yang hanya berjarak sekitar 3,5 km dari puncak Merapi saat ini dalam kondisi terisolir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jembatan yang putus adalah satu-satunya akses warga Takeran dan Stabelan keluar dari dukuhnya. Jembatan itu juga merupakan jalur ekonomi dan sekaligus jalur evakuasi bagi warga jika terjadi bencana. Saat ini dua dukuh itu benar-benar terisolir," ujar Kepala Desa Tlogolele, Budi Harsono.

Dukuh Takeran dihuni 125 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 400 orang. Sedangkan Dukuh Stabelan yang berada paling dekat dengan puncak Merapi dihuni 112 KK dengan jumlah jiwa sekitar 350 orang.

Kendaraan milik warga yang berada di kedua dukuh itu pun tidak bisa keluar. Demikian pula kendaraan warga yang saat kejadian berada di luar dukuh, saat ini tidak bisa kembali ke rumah. "Sangat mendesak dibuatkan jembatan darurat, karena ini akses jalan satu-satunya bagi warga," lanjut Budi.

Selain jembatan putus, aliran listrik di sejumlah dukuh di Desa Tlogolele saat ini juga padam. Hal ini dikarenakan adanya tiang listrik yang roboh akibat tanahnya tergerus erosi, yaitu tiang listrik di Dukuh Tlogomulyo. Akibatnya aliran listrik mulai dukuh Tlogomulyo hingga Stabelan, padam.

(mbr/rdf)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads