Paket buku tersebut diterima Perpusipda dari Jakarta pada Senin (21/3). Namun, petugas Perpusipda tidak berani membuka paket berwarna biru muda tersebut karena merasa tidak memesan sebelumnya.
Lantaran curiga, pihak Perpusipda melaporkan kiriman paket tersebut ke Polres Buleleng. Polisi lantas meluncur ke Perpusipda untuk mengamankan kiriman paket buku mencurigakan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diperiksa, paket buku berbungkus kertas biru muda ini dinyatakan aman. Polisi kemudian membuka bungkusan paket itu. Ternyata isinya empat buku bergambar karikatur pelaku Bom Bali yang ditangkap polisi dan berjudul "Ketika Nurani Bicara".
Dalam buku yang diterbitkan dan disusun Tim Lazuardi Biru tersebut menceritakan Peristiwa Bom Bali dari awal kejadian hingga para pelakunya ditangkap dan divonis dalam persidangan.
"Tampilan buku itu berbentuk komik dengan gambar-gambar kartun," kata Wedanajati di Mapolres Buleleng, Jl Pramuka, Singaraja, Selasa (22/3/2011).
Sementara, Kepala Kantor Perpusipda Buleleng, I Made Budi Astawa tidak banyak memberikan komentar terkait dugaan kiriman paket buku yang diduga teror bom tersebut. Ia hanya membenarkan mendapatkan kiriman buku sebanyak empat buah yang dikirim dari Jakarta.
(gds/fay)