"Pemerintah Jepang belum bisa melayani relawan, termasuk 15 relawan kita yang dikirim kemarin. Relawan di sana bisa hidup sendiri, cari makan sendiri, dan transportasi sendiri. Mereka membatasi relawan asing karena tempat yang terbatas," kata Menko Kesra Agung Laksono.
Hal itu disampaikan Agung usai rapat koordinasi tingkat menteri tentang langkah-langka antisipasi bencana Jepang di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memberikan selimut, matras, sleeping bag, disposable toilet, tenda dengan berbagai ukuran, boot karet dan sarung tangan karet. Karena bantuan seperti ini yang dibutuhkan oleh Jepang," tutur Agung.
Rapat itu dihadiri juga oleh Kepala Batan Hudi Hastowo, Kepala BPOM Kustantinah, Kepala BNPB Syamsul Ma'arif, Kepala Bapeten As Natio Lasman dan Menkes Endang Rahayu.
Berdasar laporan Kyodo, korban tewas kibat gempa dan tsunami Jepang di 12 prefektur tercatat 8.805 jiwa. Sedangkan jumlah orang yang dilaporkan hilang 12.654 dari enam prefektur.
(vit/fay)











































