Presiden Rusia Kecam Putin Atas Statemen 'Perang Salib' di Libya

Presiden Rusia Kecam Putin Atas Statemen 'Perang Salib' di Libya

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 16:44 WIB
Presiden Rusia Kecam Putin Atas Statemen Perang Salib di Libya
Moskow - Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan PM Vladimir Putin untuk pertama kalinya "berantem" karena berbeda pendapat tentang Libya. Medvedev menyebut statemen Putin yang membandingkan serangan Sekutu pada Libya dengan perang salib abad pertengahan adalah "tidak bisa diterima."

Demikian lapor kantor berita RIA Novosti, Selasa (22/3/2011). Pada hari Senin (21/3), Putin menyatakan, resolusi DK PBB yang diadopsi Kamis lalu, yang memaksakan zona larangan terbang di Libya dan langkah-langkah untuk melindungi warga sipil, adalah "tidak sah dan cacat" dan 'mengingatkan pada panggilan untuk perang salib pada abad pertengahan."

Medvedev dengan cepat menolak komentar itu, suatu peristiwa perselisihan yang langka. "Tidak dalam kondisi apa pun bisa diterima untuk menggunakakan ekspresi yang pada dasarnya mengarah pada benturan peradaban, seperti 'perang salib' dan sebagainya," kata Medvedev.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu tidak bisa diterima.  Jika tidak, semuanya mungkin berakhir lebih buruk dibandingkan dengan apa yang terjadi sekarang. Setiap orang harus ingat itu," imbuhnya.

Medvedev menambahkan, "Rusia tidak menggunakan (kuasa veto) untuk satu alasan: Saya tidak menganggap resolusi ini salah. Selain itu, saya percaya bahwa resolusi ini umumnya mencerminkan pemahaman kita tentang apa yang terjadi di Libya," ungkapnya.

Dalam sidang voting DK PBB di New York pada Kamis (17/3), 10 negara anggota DK PBB menyetujui resolusi tentang Libya. Sementara lima negara: Rusia, China, Brasil, Jerman dan India abstain. Namun Rusia dan China tidak menggunakan hak vetonya.
(nrl/vta)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini