Kabinet Mega-Hasyim Sudah Siap

Kabinet Mega-Hasyim Sudah Siap

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2004 14:01 WIB
Jakarta - Diam-diam, kabinet Mega-Hasyim sudah disiapkan. Tapi sayang, isinya masih dirahasiakan dan belum tahu kapan diumumkan."Kabinet sudah disiapkan. Sejak kesepakatan kesediaan 6 bulan lalu, itu sudah diperhitungkan. Tapi perimbangannya saya tidak tahu," ungkap Ketua FPDIP DPR Tjahjo Kumolo menjawab pertanyaan wartawan.Tjahjo ditemui wartawan di sela-sela acara Deklarasi Komunitas Pemuda Indonesia yang mendukung pencalonan Mega-Hasyim di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (2/6/2004).Kabinet diumumkan saat kampanye? "Bisa iya, bisa tidak. Saya belum bisa memastikan," kilahnya.Mengenai kampanye pilpres, tutur Tjahjo, walau pemilih banyak ada di Jawa, Bali dan Sumatera, tapi menurut jadwal yang sudah disusun, Mega akan turun di sekitar 80 persen daerah pemilihan. "Karena kita tidak bicara basis. Semua harus menjadi perhatian Mega-Hasyim," jelasnya.Banyak pihak menilai pemerintahan Mega gagal? "Yang mengatakan itu adalah orang yang selama ini tidak pernah mendukung pemerintahan. Tapi patut dicatat, secara makro banyak keberhasilan yang sudah dicapai. Tapi masalah Aceh dan Ambon memang belum selesai," katanya.Mengenai klaim Gus Solah kalau massa NU di PKB yang mendukung Hasyim hanya sepertiga, Tjahjo menilai Hasyim bukan figur NU semata."Hasyim itu ketua Forum Solidaritas Antarumat Beragama, ketua Penegak Antikorupsi. Kita menjual Mega-Hasyim bukan karena faktor nasionalis-religius, tidak juga partai, maupun NU. Tapi yang kita jual adalah figur yang bisa merangkul semua pihak," tukasnya.Menurut Tjahjo, Capres PDIP Megawati ingin memberikan pelayanan yang lebih kongkret lagi ke rakyat kecil, seperti perluasan lapangan untuk tenaga kerja, juga supremasi hukum dan KKN, serta mengoptimalkan agenda reformasi yang selama ini belum memenuhi harapan."Saya yakin beliau akan turun ke bawah lagi menemui rakyat. Kemarin-kemarin tidak bisa karena banyak tugas kepresidenan. Ini (kampanye pilpres) momen yang paling baik," katanya.PDIP, lanjut Tjahjo, akan memberikan sanksi yang keras dan tegas kepada anggotanya di DPR yang melupakan rakyat. Disadari kalau penurunan suara PDIP dikarenakan perilaku anggota DPR yang buruk. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads