Pasukan Saudi dan Uni Emirat Arab dikerahkan ke Bahrain untuk membantu mengatasi aksi demonstrasi antipemerintah yang telah terjadi berminggu-minggu di negara Teluk Persia itu.
"Protes ini digelar sebagai solidaritas dengan rakyat Bahrain yang tertekan yang mengalami kezaliman, penghinaan, pembunuhan dan ketakutan oleh mereka yang disewa rezim Saudi, orang-orang yang menduduki tanah Bahrain," cetus seorang demonstran Irak, Ali al-Lami seperti dilansir media Press TV, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intervensi militer asing di Bahrain menuai kecaman keras dari kelompok-kelompok oposisi Bahrain. Termasuk kelompok besar Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq yang menyebut invasi militer itu sebagai invasi atas Bahrain.
Pemerintah Iran juga telah berulang kali memprotes intervensi militer Saudi di Bahrain. Intervensi itu disebut sebagai pengkhianatan besar Saudi terhadap rakyat Bahrain.
Para demonstran di Bahrain bersikeras akan terus menggelar aksi protes sampai tuntutan mereka akan kebebasan, monarki konstitusional serta adanya suara proporsinal dalam pemerintahan dipenuhi.
Sejauh ini lebih dari 15 orang telah tewas dan sekitar 1.000 orang lainnya terluka sejak aksi demo dimulai di Bahrain pada pertengahan Februari lalu.
(ita/nrl)











































