Liput Kampanye Mega, Fotografer AP Nangis Sesenggukan

Liput Kampanye Mega, Fotografer AP Nangis Sesenggukan

- detikNews
Rabu, 02 Jun 2004 13:24 WIB
Jakarta - Suzanne Plunkett, seorang fotografer kantor berita Associated Press (AP) menangis sesenggukan saat meliput kampanye Megawati di Terminal Bus Pulogadung, Jaktim. Bukannya terharu pada kampanye Mega, tapi sedih karena lensa kameranya hilang dicopet bandit.Alkisah, Suzanne berangkat dari Istana Negara bersama seratusan wartawan lain guna meliput Mega yang jalan-jalan keliling Jakarta, Selasa (2/6/2004). Mega sengaja menyediakan bus khusus untuk para jurnalis. Suzanne ikut serta dengan dua kamera canggihnya.Nah, setiba di Terminal Pulogadung yang ramai, Suzanne asyik jeprat-jepret suasana kampanye dengan satu kameranya. Kamera satunya yang juga dikalungkan di lehernya, nganggur. Kamera yang tidak dipakai itulah yang diotak-atik bandit.Pencoleng yang memanfaatkan kelengahan Suzanne dkk berhasil menggondol lensa kamera Nikon tipe 80200 yang ditaksir berharga Rp 15 juta. Bandit itu memang lihai benar, sebab lensa itu dicuri saat masih terpasang di kameranya."Tadi memang ada yang menggerayangi saya, tapi saya tidak perhatikan betul," keluh perempuan muda bertubuh jangkung itu pada teman-temannya saat kembali ke bus. Teman-teman sesama jurnalis pun menghibur Suzanne. Warga negara AS itu memang patut sedih. Pasalnya, saat meliput kampanye perdana berupa karnaval di Monas, Selasa kemarin, dia kecopetan handphone.Sementara, Mega berkampanye di Terminal Pulogadung dengan menyalami para kru bus dan calon penumpang. Mega juga ngobrol-ngobrol.Joko, seorang sopir bus Mayasari, mengaku senang bisa bertemu presiden. Dia juga menceritakan bahwa pihak terminal sudah tahu akan dikunjungi Mega hari ini. Pada Megawati, Joko yang asal Semarang ini meminta agar tarif angkutan tidak selalu dinaikkan. "Sebab sekarang ini sedang sepi penumpang, jadi susah mendapatkan uang. Barang-barang juga mahal," kata Joko.Dari Terminal Pulogadung, Mega melanjutkan perjalanan ke Pasar Ikan Sunda Kelapa di Jakarta Utara. Mega didampingi Wasekjen PDIP Pramono Anung, putrinya Puan Maharani, dan pengurus PDS, partai yang mendukung Mega-Hasyim. (nrl/)


Berita Terkait