RUU Akuntan Nyaris Kelar, Studi Banding DPR ke AS Dipertanyakan

RUU Akuntan Nyaris Kelar, Studi Banding DPR ke AS Dipertanyakan

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 13:37 WIB
RUU Akuntan Nyaris Kelar, Studi Banding DPR ke AS Dipertanyakan
Jakarta - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyatakan pembahasan UU mengenai akuntan publik sudah selesai 95 persen. Karena itu Formappi mempertanyakan tujuan studi banding Komisi XI DPR ke AS dan Inggris terkait RUU itu.

"Patut dipertanyakan alasan untuk jalan ke luar negeri. RUU sudah selesai 95 persen tinggal ketok palu. Lalu studi banding buat apa. Studi setelah RUU-nya rampung," kritik Ketua Formappi Sebastian Salang di kantonya, Jl Matraman Raya, Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Menurut Sebastian, kalau memang hanya ngobrol selama 1-2 jam, hal itu tidak bisa disebut dengan studi banding. Studi banding tidak dilakukan dalam waktu singkat tapi dengan wawancara mendalam dan dikaji kembali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Metode studi bandingnya memang Komisi XI memberikan penjelasan tapi itu hanya basa-basi. Itu yang dilakukan DPR berbondong-bondong ke luar negeri," tudingnya.

Sebastian menyarankan, lebih baik DPR studi banding ke masyarakat miskin yang ada di Indonesia. "DPR lebih banyak jalan-jalan ke luar negeri daripada jalan-jalan ke konstituennya," ungkapnya.

Rombongan anggota DPR terbagi dari 2 kelompok akan berangkat ke AS dan Inggris. Rombongan pertama akan berangkat pada Sabtu (19/3) dan dijadwalkan tiba di Amerika pada Senin (21/3).

Dua kelompok anggota Dewan ini akan berada di AS dan Inggris selama empat hari dari Senin hingga Kamis (21-24 Maret 2011).

Tujuan studi banding ini yakni mempelajari regulasi akuntan publik di negeri Paman Sam dan Inggris. Kedua negara dipandang paling matang soal regulasi tersebut.

(gus/nrl)


Berita Terkait