Demikian hasil survei bertajuk "Keterwakilan Konstituen oleh DPR" yang diselenggarakan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi). Hasil survei dipaparkan di Kantor Formappi, Jl Matraman Raya, Jakarta, Selasa (22/3/2011).
"Hanya 7% responden yang merasa terwakili oleh DPR, sisanya tidak. Sebanyak 96% responden mengaku tidak ingat lagi siapa wakilnya di DPR," papar Ketua Formappi, Sebastian Salang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merujuk pada kesimpulan hasil survei, Formappi memberikan analisa bahwa penyebab utama temuan ini adalah minimnya interaksi para anggota DPR dengan konstituen yang telah memilih mereka. Tak aneh bila karena tidak pernah ditemui, maka para pemilih jadi lupa siapa wakilnya dan karenanya merasa tidak terwakili apa yang menjadi aspirasinya.
"Anggota DPR berkantor dan tinggal di Jakarta. Tapi warga Jakarta kebanyakan tidak mengetahui mereka, lalu bagaimana dengan konstituen yang di pedalaman sana? Yang di dekatnya saja tidak ditemui, apalagi yang jauh," celetuk Sebastian.
Hal lain yang membuat masyarakat merasa tidak terwakili oleh DPR, menurutnya adalah masih rendahnya kinerja para anggota legislatif. Selama setahun ini, dari DPR justru lebih sering muncul berita mengenai kehebohan politik seperti kontroversi pembangunan gedung baru dan perjalanan ke luar negeri.
"Sudah setahun lebih DPR bekerja, tapi selama itu lebih heboh ke luar negeri dan malas mengikuti rapat. Menuntut gedung baru tapi kinerjanya jelek dan jarang bersama konstituennya. Artinya ya selama ini memang anggota DPR lebih sibuk urusan lain," ujar Sebastian.
(lh/nrl)











































