Golput, Gus Dur Abaikan Kewajiban Bentuk Negara yang Sah
Rabu, 02 Jun 2004 13:12 WIB
Situbondo -
Langkah golput Gus Dur dikritik pimpinan Ponpes Mabaul Hikam, KH Ahmad Sofyan. Langkah Gus Dur itu dinilai mengabaikan kewajiban membentuk pemerintah yang sah.Pernyataan Kiai Khos NU ini disampaikan kepada wartawan di sela-sela menerima kedatangan calon wakil presiden (cawapres) Partai Golkar, Salahuddin Wahid alias Gus Solah di pesantren Mabaul Hikam, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (2/6/2004)."Golput bagi orang-orang yang diikuti masyarakat seperti Gus Dur, bisa digolongkan mengabaikan kewajiban membentuk pemerintahan yang sah. Mereka tidak berniat ikut berjuang," kata Sofyan.Terkait hal itu, Sofyan meminta para nahdliyin untuk menggunakan hak suaranya. Para Nahdliyin, kata Sofyan, harus memenangkan capres dan cawapres yang didukung PKB. "Saya minta warga NU dan PKB memenangkan Gus Solah," tegas Sofyan.Gus Solah dalam kesempatan itu menyatakan, kedatanganya ke Ponpes Mabaul Hikam hanya silahturahmi biasa. Kegiatan ini, kata Gus Solah, tidak ada hubungannya dengan kampanye pilpres. "Saya hanya sowan ke Kiai Ahmad Sofyan," tutur Gus Solah.Saat ini Gus Solah tengah melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah kiai Situbondo. Selain Ahmad Sofyan, pertemuan itu juga dihadiri Ketua Dewan Syuro PKB Situbondo, Kiai Shaky Abdullah, dan Kiai Subadar, yang juga Kiai khos Situbondo.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































