Hal itu dicetuskan Presiden Bolivia Evo Morales yang mencetuskan agar hadiah Nobel untuk Obama ditarik kembali.
"Dua tahun lalu kita dengar bahwa Presiden Barack Obama telah memenangi hadiah Nobel Perdamaian, tapi apakah dia membela perdamaian di dunia sekarang, atau dia malah mengobarkan kekerasan?" ujar Morales kepada para wartawan di La Paz, Bolivia seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Obama adalah pemimpin kelompok penjahat yang memimpin penyerangan dan invasi, dan itu tak ada hubungannya dengan membela hak-hak asasi manusia," tandas Morales.
Obama menerima hadiah Nobel Perdamaian pada Desember 2009 lalu. Atau kurang dari setahun setelah dirinya dilantik menjadi presiden AS.
Dalam pidatonya saat menerima hadiah prestisius, Obama menyebut dirinya sebagai panglima tertinggi sebuah negara di tengah dua perang (Irak dan Afghanistan). Obama juga mengatakan bahwa konflik bersenjata ada kalanya diperlukan.
Obama memberikan hadiah uang sebesar US$ 1,4 juta yang diterimanya dari panitia Nobel untuk 10 organisasi amal, termasuk kelompok-kelompok yang bekerja untuk upaya kemanusiaan di Haiti dan kelompok yang mendukung keluarga militer.
(ita/nrl)










































