Setujui Aksi Militer ke Libya, Obama Tidak Layak Dapat Hadiah Nobel

Setujui Aksi Militer ke Libya, Obama Tidak Layak Dapat Hadiah Nobel

- detikNews
Selasa, 22 Mar 2011 11:42 WIB
Setujui Aksi Militer ke Libya, Obama Tidak Layak Dapat Hadiah Nobel
La Paz - Presiden AS Barack Obama banjir kecaman karena menyetujui serangan militer ke Libya. Bahkan Obama dianggap tidak layak menerima hadiah Nobel Perdamaian.

Hal itu dicetuskan Presiden Bolivia Evo Morales yang mencetuskan agar hadiah Nobel untuk Obama ditarik kembali.

"Dua tahun lalu kita dengar bahwa Presiden Barack Obama telah memenangi hadiah Nobel Perdamaian, tapi apakah dia membela perdamaian di dunia sekarang, atau dia malah mengobarkan kekerasan?" ujar Morales kepada para wartawan di La Paz, Bolivia seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/3/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bagaimana mungkin memberikan hadiah Nobel Perdamaian kepada seseorang yang telah melancarkan invasi, pengeboman? Itu pelanggaran, penyerangan, agresi," tegas Morales, salah seorang pemimpin Amerika Latin yang kerap mengkritik pemerintah AS.

"Obama adalah pemimpin kelompok penjahat yang memimpin penyerangan dan invasi, dan itu tak ada hubungannya dengan membela hak-hak asasi manusia," tandas Morales.

Obama menerima hadiah Nobel Perdamaian pada Desember 2009 lalu. Atau kurang dari setahun setelah dirinya dilantik menjadi presiden AS.

Dalam pidatonya saat menerima hadiah prestisius, Obama menyebut dirinya sebagai panglima tertinggi sebuah negara di tengah dua perang (Irak dan Afghanistan). Obama juga mengatakan bahwa konflik bersenjata ada kalanya diperlukan.

Obama memberikan hadiah uang sebesar US$ 1,4 juta yang diterimanya dari panitia Nobel untuk 10 organisasi amal, termasuk kelompok-kelompok yang bekerja untuk upaya kemanusiaan di Haiti dan kelompok yang mendukung keluarga militer.

(ita/nrl)


Berita Terkait